Kisah Dramatis Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mitchel Baker Top Skor

Kisah Dramatis Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mitchel Baker Top Skor
Kisah Dramatis Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mitchel Baker Top Skor

FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Jakarta – Sejarah baru terukir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) malam. Tim nasional sepak bola Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dramatis. Kemenangan ini mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun di level senior dan sekaligus memutus rekor buruk melawan Thailand. Namun, perjalanan juara ini tidak lepas dari peran pemain-pemain kunci, termasuk penampilan gemilang Mitchell Baker yang meraih gelar top skor dengan lima gol. Di sisi lain, tim nasional sepak bola Singapura yang tergabung di Grup A harus puas tersingkir di fase grup setelah hanya mampu meraih satu kemenangan.

Final Dramatis: Adu Penalti Menentukan

Laga final berlangsung sengit sejak menit awal. Thailand yang berpengalaman tampil percaya diri, namun Indonesia yang didukung puluhan ribu suporter di SUGBK tidak gentar. Setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu, skor tetap bertahan. Drama adu penalti pun digelar. Indonesia sukses mengeksekusi semua tendangan, sementara Thailand gagal satu kali. Skor akhir adu penalti 4-3 untuk Indonesia.

Pelatih John Herdman yang baru sepuluh bulan menangani Garuda mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. “Mereka memberikan segalanya untuk negara. Ini bukan hanya kemenangan, tetapi awal dari era baru sepak bola Indonesia,” ujarnya usai pertandingan.

Mitchell Baker, Bintang Baru Asia Tenggara

Mitchell Baker menjadi pahlawan ganda. Selain mencetak gol penalti penentu di final, ia juga mengunci gelar top skor dengan lima gol. Catatan tersebut meroket setelah ia mencetak lima gol ke gawang Bangladesh pada laga pamungkas Grup A, yang membuat Indonesia menang 9-2. Baker mengungguli pesaingnya, Bergson da Silva dari Malaysia, yang hanya mengoleksi empat gol.

Penampilan Baker menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta muda berkualitas. Ia disebut-sebut akan menjadi andalan di Piala Asia 2027 mendatang.

Rekor Buruk Terputus, Dominasi Thailand Berakhir

Kemenangan ini juga memutus rekor buruk Indonesia yang tidak pernah menang atas Thailand dalam tujuh pertemuan terakhir. Sejak final Piala AFF 2016, Indonesia selalu kalah atau imbang. Kali ini, Garuda mampu membalikkan tren. Thailand yang sudah tujuh kali juara Piala AFF harus mengakui keunggulan Indonesia.

Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, mengakui perkembangan pesat Indonesia. “Sekarang mereka memiliki pemain keturunan yang bermain di Eropa, seperti yang kita lihat. Tim ini sangat berbeda dari tiga tahun lalu,” katanya dalam konferensi pers.

Perjalanan Indonesia di Grup A

Di fase grup, Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Bangladesh, dan tim nasional sepak bola Singapura. Garuda memulai turnamen dengan kemenangan 2-0 atas tim nasional sepak bola Singapura, meski permainan masih monoton. Laga kedua berakhir imbang 0-0 melawan Malaysia setelah Thom Haye mendapat kartu merah. Namun, Indonesia bangkit di laga pamungkas dengan menghancurkan Bangladesh 9-2.

Sementara itu, tim nasional sepak bola Singapura harus puas finis di posisi ketiga grup dengan tiga poin, hasil dari satu kemenangan atas Bangladesh. Mereka gagal melaju ke semifinal setelah kalah dari Malaysia dan Indonesia.

Kegagalan tim nasional sepak bola Singapura ini menjadi bahan evaluasi bagi federasi sepak bola mereka, mengingat target awal adalah mencapai semifinal.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak FIFA ASEAN Cup 2026

Nama Pemain Tim Jumlah Gol
Mitchell Baker Indonesia 5
Bergson da Silva Malaysia 4
Nguyen Dinh Bac Vietnam 2
Arif Aiman Malaysia 2
Teerasak Poeiphimai Thailand 2

Indonesia keluar sebagai juara, Thailand runner-up, dan Malaysia di peringkat ketiga setelah mengalahkan Vietnam 1-0 di perebutan tempat ketiga.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Indonesia menjelang Piala Asia 2027. Calvin Verdonk, bek kiri andalan, menegaskan bahwa gelar ini akan menjadi motivasi untuk terus berkembang. “Kami ingin membuktikan bahwa sepak bola Indonesia bisa bersaing di level Asia,” ujarnya.

Exit mobile version