Belanda vs Serbia: Kemenangan Dramatis Bawa Oranje ke Puncak Grup A2

Belanda vs Serbia: Kemenangan Dramatis Bawa Oranje ke Puncak Grup A2
Belanda vs Serbia: Kemenangan Dramatis Bawa Oranje ke Puncak Grup A2

FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Belanda vs Serbia di Philips Stadion, Eindhoven, pada Minggu (4/10/2026) berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk tuan rumah. Hasil ini membawa Belanda memuncaki klasemen Grup A2 UEFA Nations League 2026/2027 dengan raihan delapan poin, unggul selisih gol atas Yunani yang juga mengoleksi jumlah poin sama.

Dalam laga yang menjadi penampilan ke-100 Virgil van Dijk bersama Timnas Belanda, Oranje tampil dominan namun harus bekerja keras menghadapi perlawanan sengit Serbia. Gol pembuka dicetak oleh Teun Koopmeiners pada menit ke-31 melalui tendangan bebas spektakuler yang meluncur melewati seluruh pemain di kotak penalti dan masuk ke sudut gawang. Namun, Serbia cepat merespons. Empat menit berselang, umpan silang Aleksa Terzic disambut sundulan Mihajlo Cvetkovic yang berhasil mengalahkan Koopmeiners dalam duel udara, menyamakan skor menjadi 1-1.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Pelatih Belanda, Xavi Hernandez, melakukan perubahan formasi yang terbukti efektif. Keputusan tersebut diakui Xavi sebagai titik balik permainan timnya. “Ketika kami beralih ke formasi yang berbeda, semuanya menjadi lebih baik,” ujar Xavi usai laga. Hasilnya, pada menit ke-72, Denzel Dumfries mengirim umpan rendah ke depan gawang, diteruskan oleh Tijjani Reijnders ke arah tiang jauh sebelum Joshua Zirkzee menyelesaikannya menjadi gol kemenangan. Zirkzee, yang baru dipanggil ke skuad senior pada pekan sebelumnya, langsung memberikan kontribusi krusial bagi Oranje.

Media Serbia memberikan pujian tinggi kepada kapten mereka, Dusan Tadic, yang dianggap sebagai maestro sepak bola. Tadic, yang kembali membela Serbia setelah dua tahun absen, tampil impresif dengan umpan-umpan kreatifnya, termasuk andil dalam gol penyama kedudukan. Namun, setelah ia kelelahan dan ditarik keluar pada menit ke-66, Serbia kehilangan daya gedor dan akhirnya kebobolan gol penentu. “Saat dia masih berada di lapangan, kami seimbang dengan Belanda. Setelah itu tidak lagi,” tulis media Serbia, Mozzart Sport.

Bagi Belanda, kemenangan atas Serbia ini menjadi bukti karakter yang ingin dibangun Xavi sejak mengambil alih tim. Meski tidak mampu menguasai permainan seperti yang direncanakan, semangat berjuang layaknya sebuah keluarga menjadi fondasi utama. “Kami berjuang seperti sebuah keluarga. Kami benar-benar harus menderita,” tegas Xavi. Empat laga awal bersama Belanda menunjukkan fleksibilitas taktik Xavi, mulai dari hasil imbang melawan Jerman, kemenangan tandang atas Serbia, hingga hasil imbang 2-2 melawan Yunani.

Di sisi lain, kekalahan ini membuat Serbia masih belum mengumpulkan satu poin pun setelah empat pertandingan, terpuruk di dasar klasemen Grup A2. Sementara itu, persaingan puncak grup semakin ketat karena Belanda, Yunani, dan Jerman (5 poin) masih berpeluang lolos ke perempat final yang akan digelar Maret mendatang. Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Belanda optimistis dapat mempertahankan performa dan melangkah lebih jauh di Nations League musim ini.

Secara keseluruhan, laga Belanda vs Serbia tidak hanya menyajikan drama dan gol-gol indah, tetapi juga menjadi cerminan perjalanan panjang Xavi bersama Oranje. Kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga krusial berikutnya, sekaligus membuktikan bahwa Belanda mampu bangkit meski dalam tekanan. Dengan dukungan publik Eindhoven, kemenangan dramatis Belanda vs Serbia akan selalu dikenang sebagai salah satu momen penting dalam kiprah Xavi di timnas Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *