FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Yunani vs Jerman di ajang UEFA Nations League Grup A1 yang berlangsung di Toumba Stadium, Thessaloniki, pada Senin (5/10/2026) harus berakhir dengan skor kacamata 0-0. Hasil imbang ini membuat perjalanan timnas Jerman di bawah asuhan pelatih anyar, Jurgen Klopp, semakin terjal dan penuh tantangan.
Sejak awal laga, Yunani vs Jerman menyajikan tempo permainan yang keras. Tim tuan rumah yang didukung penuh suporter langsung memberikan ancaman melalui sundulan Georgios Masouras pada menit pertama, namun kiper Jerman Jonas Urbig berhasil menggagalkannya. Setelah itu, Jerman perlahan mengambil alih kendali permainan. Die Mannschaft mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen dan melepaskan total 21 tembakan sepanjang pertandingan. Sayangnya, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Penyelesaian akhir yang kurang klinis serta penampilan gemilang kiper Yunani, Konstantinos Tzolakis, yang melakukan lima penyelamatan krusial, menjadi faktor utama kegagalan Jerman.
Peluang emas Jerman sempat tercipta pada menit ke-32 melalui Jonathan Burkardt. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu. Keputusan itu membuat frustrasi para pemain Jerman, dan pertandingan pun berjalan semakin keras dengan banyak pelanggaran yang menghentikan ritme permainan kedua tim.
Pelatih Jerman, Jurgen Klopp, mengakui bahwa timnya tampil tidak konsisten. Dalam pernyataannya, ia menilai kualitas serangan timnya menurun drastis saat memasuki 30 menit terakhir pertandingan. “Permainan kami sempat goyah saat memasuki menit ke-60. Pergerakan kami kehilangan ketajaman. Namun, kami baru saja bertanding tiga hari lalu, sehingga sulit mempertahankan tempo tinggi selama 90 menit penuh,” ujar Klopp. Ia juga menambahkan bahwa strategi counter-pressing berjalan baik dalam 90 persen situasi, tetapi 10 persen sisanya menjadi celah berbahaya bagi pertahanan Jerman.
Hasil imbang dalam laga Yunani vs Jerman ini membuat posisi Jerman di klasemen Grup A1 semakin sulit. Dengan tambahan satu poin, Die Mannschaft kini berada di peringkat ketiga dengan koleksi lima poin. Sementara itu, Yunani tetap kokoh di posisi kedua dengan delapan poin, sama dengan Belanda yang memuncaki klasemen unggul selisih gol. Jerman bahkan terancam gagal lolos ke putaran final Nations League untuk keempat kalinya dalam lima edisi terakhir.
Di luar lapangan hijau, hubungan antara Yunani dan Jerman juga tengah diwarnai isu politik. Presiden Yunani, Constantine Tassoulas, kembali mendesak pemerintah Jerman untuk membayar kompensasi atas kejahatan Nazi selama Perang Dunia II. Dalam peringatan pembunuhan massal Lingiades ke-83, Tassoulas menegaskan bahwa Yunani tidak akan melupakan tuntutan reparasi tersebut. Selama ini, Jerman menolak klaim tersebut dengan alasan masalah telah selesai secara hukum. Namun, Yunani terus mendesak agar warga sipil yang dipaksa membayar utang selama pendudukan Nazi mendapatkan ganti rugi yang layak.
Kesimpulannya, pertandingan Yunani vs Jerman di Nations League menjadi gambaran jelas bahwa Jerman masih memiliki pekerjaan rumah besar di bawah asuhan Jurgen Klopp. Dominasi permainan tanpa diimbangi penyelesaian akhir yang tajam menjadi masalah klasik yang harus segera dibenahi. Sementara itu, Yunani berhasil memanfaatkan kedisiplinan pertahanan untuk meraih poin berharga. Di sisi lain, isu reparasi perang antara kedua negara kembali mencuat, menambah dimensi lain dalam hubungan bilateral Yunani-Jerman.











