FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Dunia Formula 1 kembali dihadapkan pada kejutan yang menarik. Menjelang putaran ke-17 musim 2026 di Sirkuit Marina Bay, Singapura, dua berita besar mengguncang paddock. Pertama, tim Audi F1 mengumumkan livery spesial yang terinspirasi dari budaya Peranakan, sementara pembalap Cadillac, Valtteri Bottas, memilih cara unik untuk tiba di Negeri Singa: bersepeda sejauh 350 kilometer dari Malaysia.
Inovasi terbaru dari tim pabrikan asal Jerman ini menjadi sorotan utama. Audi F1, yang tahun ini memulai era barunya sebagai tim pabrikan, mempersembahkan livery khusus untuk Grand Prix Singapura. Mobil yang dikendarai Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto itu akan tampil dengan warna ‘Titanium Silver Grey’ yang dipadukan dengan semburat kebiruan, terinspirasi dari pantulan cahaya kota Singapura. Yang paling istimewa, sayap belakang dan sidepod mobil dihiasi motif Peranakan tradisional, sebuah penghormatan terhadap warisan budaya lokal. Livery ini juga akan diaplikasikan pada mobil Audi RS5 yang melakukan debut Asia di Singapura.
“F1 harus menjadi lebih dekat dengan para penggemar,” ujar Stefano Battiston, Chief Brand & Commercial Officer tim Audi F1. “Livery spesial ini adalah cara kami merayakan elemen lokal Singapura melalui desain. Bersama Adidas, yang meluncurkan koleksi terbatas bertema Singapura, kami ingin menghadirkan The Art of Influence, sebuah program yang menghubungkan tim dengan penggemar di seluruh dunia, baik yang hadir langsung maupun yang menyaksikan dari rumah.”
Sementara itu, di sisi lain paddock, Valtteri Bottas membuat kejutan. Setelah gagal finis di Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pembalap Finlandia itu memutuskan untuk tidak terbang atau berkendara menuju Singapura. Ia memilih mengayuh sepedanya menempuh jarak sekitar 350 kilometer. Bottas, yang dikenal sebagai penggemar berat balap sepeda, memulai perjalanannya segera setelah balapan. Ia diperkirakan membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di Singapura, tepat sebelum sesi latihan bebas dimulai pada hari Jumat.
“Bottas adalah pembalap F1 paling bersemangat dalam hal bersepeda,” komentar seorang sumber paddock. “Dia sering berlatih bersama rekannya, Tiffany Cromwell, yang merupakan pebalap profesional. Perjalanan ini mungkin terlihat gila, tetapi bagi Bottas, ini adalah cara untuk memulihkan diri dan tetap bugar.”
Di sisi lain, kabar baik datang dari Meksiko. Federico Gonzalez Compean, direktur Grand Prix Meksiko, mengonfirmasi bahwa negosiasi untuk memperpanjang kontrak F1 di Autodromo Hermanos Rodriguez sudah di depan mata. Kontrak tiga tahun yang baru dimulai tahun ini, dan pihak penyelenggara optimistis dapat memperpanjangnya hingga setelah 2028. “Ini adalah proyek yang sukses. F1 senang dengan apa yang kami lakukan, dan saya yakin kami bisa mencapai kesepakatan,” ujarnya. Kehadiran Formula 2 di Meksiko mulai 2027 juga menjadi nilai tambah.
Bagi penggemar yang ingin menyaksikan langsung Grand Prix Meksiko yang digelar pada 30 Oktober hingga 1 November, tiket masih tersedia melalui portal resmi F1 dan situs sirkuit. Sementara itu, penggemar Audi F1 dapat mengikuti undian digital untuk memenangkan perjalanan VIP ke Grand Prix Las Vegas hanya dengan membuka kartu tim digital di hub resmi Audi F1.
Singapura GP akhir pekan ini menjanjikan perpaduan antara tradisi, inovasi, dan semangat olahraga yang tak kenal lelah. Livery Peranakan Audi F1 menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal, sementara perjalanan epik Bottas menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap F1, ada manusia dengan hasrat dan petualangan yang tak terbatas.
