FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Pertandingan persahabatan antara Argentina vs Burkina Faso yang digelar di Stadion Monumental pada pekan ini berakhir dengan skor telak 7-0 untuk kemenangan tuan rumah. Namun, di balik pesta gol yang ditampilkan para bintang Argentina, tersimpan drama panjang yang dialami tim tamu asal Afrika tersebut. Argentina vs Burkina Faso seharusnya menjadi ajang pemanasan menjelang laga perpisahan Lionel Messi, namun berubah menjadi sorotan tajam terhadap buruknya manajemen logistik oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Burkina Faso baru mendarat di Buenos Aires sekitar lima jam sebelum kick-off setelah penerbangan jet pribadi mereka dari Maroko dibatalkan akibat kendala teknis. Akibatnya, sejumlah pemain senior menolak berangkat karena kelelahan, sehingga tim terpaksa menurunkan skuad muda di bawah usia 23 tahun yang minim pengalaman. Argentina vs Burkina Faso pun menjadi laga timpang yang tidak seimbang sejak awal.
Pesta gol Argentina dibuka oleh Lautaro Martinez dan ditutup dengan gol bunuh diri Moumoune Diallo. Gol-gol lainnya dicetak oleh Gianluca Prestianni, Nico Paz, Julian Alvarez, Franco Mastantuono, dan Giuliano Simeone. Julian Alvarez menambah gol kelima pada menit ke-36, menegaskan dominasi mutlak sang juara dunia. Meski menang mudah, pelatih Lionel Scaloni tetap memberikan hormat kepada perjuangan tim lawan. “Apa yang dilakukan Burkina Faso patut dipuji, ini meningkatkan derajat sepak bola,” ujarnya. Ia menambahkan Argentina sangat berterima kasih karena tim tamu tetap berusaha hadir.
Namun, masalah tidak berhenti di situ. Setelah Argentina vs Burkina Faso, giliran Benin yang menjadi lawan berikutnya dalam laga perpisahan Messi pada Selasa mendatang. Timnas Benin juga mengalami kesulitan serupa: perjalanan 25 jam dengan penerbangan ekonomi, kurangnya fasilitas hotel seperti air panas dan sauna, serta alat latihan yang minim. Analis video Jonas Bide bahkan sempat kehilangan kesadaran karena kelelahan. Media internasional mengecam keras AFA yang dinilai tidak profesional dan hanya memikirkan keuntungan komersial dari pertandingan tersebut.
Kapten Argentina Lionel Messi sengaja tidak diturunkan dalam laga melawan Burkina Faso. Ia tengah dipersiapkan untuk laga perpisahan terakhirnya melawan Benin. Messi yang berusia 39 tahun telah mengumumkan rencana pensiun setelah kekalahan di final Piala Dunia 2026 dan kematian ayahnya. Ia akan meninggalkan rekor 125 gol dari 207 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak dan pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Argentina.
Di sisi lain, Enzo Fernandez menjadi sorotan setelah mengunggah foto dengan latar belakang bertuliskan “Todo River” di media sosial, menandakan kecintaannya pada klub masa kecilnya. Ia bermain selama 69 menit sebelum digantikan Exequiel Palacios. Enzo juga sempat mengunjungi Rumah Sakit Garrahan untuk memberikan hadiah kepada anak-anak yang dirawat.
Kemenangan besar Argentina atas Burkina Faso harus diakui tetap menyisakan pertanyaan serius: sampai kapan AFA akan mengabaikan kesejahteraan tim tamu demi keuntungan sesaat? Skandal logistik ini telah mencoreng reputasi sepak bola Argentina di mata dunia.











