FaktaHari – 05 Oktober 2026 | Laga Makedonia Utara vs Skotlandia pada matchday ketiga UEFA Nations League 2026/2027 di Toshe Proeski Arena, Skopje, Sabtu (3/10/2026) malam WIB, berakhir dengan kemenangan telak tim tamu 2-0. Kemenangan ini tidak hanya menjadi yang pertama bagi pelatih anyar Skotlandia, Sebastien Pocognoli, tetapi juga menandai berakhirnya paceklik gol yang telah menghantui The Tartan Army dalam empat pertandingan sebelumnya.
Pertandingan Makedonia Utara vs Skotlandia menjadi saksi sejarah bagi kapten Skotlandia, Andy Robertson. Pemain yang baru saja meninggalkan Liverpool itu resmi bergabung dengan legenda Kenny Dalglish dalam klub eksklusif pemain dengan 100 caps untuk timnas putra Skotlandia. Robertson menjadi pemain kedua yang mencapai prestasi tersebut, dan ia merayakannya dengan performa luar biasa. Dalam 13 menit pertama, Robertson melepaskan empat percobaan ke gawang lawan, menunjukkan agresivitasnya di lini depan.
Gol pembuka lahir pada menit ketujuh melalui aksi spektakuler Kieron Bowie. Pemain muda yang baru dipromosikan ke tim senior itu melepaskan tendangan melengkung indah yang tak mampu dijangkau kiper Makedonia Utara. Ini menjadi gol internasional senior pertama Bowie, dan ia memilih momen yang sempurna untuk memecah kebuntuan Skotlandia. Keunggulan ini memberikan kepercayaan diri besar bagi tim tamu.
Dominasi Skotlandia terus berlanjut, meskipun mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Scott McKenna menerima kartu merah langsung pada babak kedua. Insiden ini sempat membuat ketegangan meningkat, namun Skotlandia tetap mampu mengendalikan permainan. John McGinn memastikan kemenangan pada menit ke-69 melalui eksekusi penalti tenang setelah kemelut di depan gawang lawan. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Pocognoli, kemenangan ini adalah pelepas dahaga setelah sebelumnya ia menelan hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia dan kekalahan 0-3 dari Swiss. Pelatih asal Belgia itu mengakui bahwa kemenangan sangat penting untuk membangun kepercayaan diri tim. “Kami ingin meraih kemenangan yang positif di lapangan. Kemenangan memberikan kegembiraan dan kebebasan dalam bermain, serta mempercepat proses pengambilan keputusan,” ujar Pocognoli usai pertandingan.
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang tren buruk Makedonia Utara yang belum juga mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun. Mereka kini berada di dasar klasemen Grup B1 tanpa poin, sementara Skotlandia naik ke peringkat ketiga dengan koleksi empat poin. Hasil ini membuat persaingan di grup semakin ketat, mengingat Slovenia dan Swiss juga tengah bersaing di puncak.
Bagi Skotlandia, kemenangan di laga Makedonia Utara vs Skotlandia ini menjadi modal berharga menjelang laga kandang melawan Slovenia di Hampden Park pada 6 Oktober. The Tartan Army kini memiliki momentum positif untuk melanjutkan kebangkitan mereka di bawah arahan Pocognoli. Sementara itu, Makedonia Utara harus segera berbenah jika ingin keluar dari zona degradasi.
Secara keseluruhan, Makedonia Utara vs Skotlandia menyajikan drama yang lengkap: gol spektakuler, kartu merah, momen bersejarah bagi seorang kapten, dan akhir dari puasa gol. Skotlandia akhirnya bisa tersenyum, sementara Makedonia Utara harus menerima kenyataan pahit. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, momentum bisa berubah kapan saja.











