Shaffelburg Bersinar, Kanada Hancurkan Peru 2-0 di Montreal

Shaffelburg Bersinar, Kanada Hancurkan Peru 2-0 di Montreal
Shaffelburg Bersinar, Kanada Hancurkan Peru 2-0 di Montreal

FaktaHari – 05 Oktober 2026 | Pertandingan persahabatan internasional antara Kanada vs Peru berakhir dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk tuan rumah di Stade Saputo, Montreal, Sabtu lalu. Jacob Shaffelburg menjadi bintang dengan dua gol di babak pertama, sementara Liam Millar menyumbang dua assist dalam laga yang berlangsung sengit namun didominasi Kanada.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain keras dengan beberapa pelanggaran untuk menentukan tempo. Namun, serangan Kanada yang tajam menjadi pembeda. Pada menit ke-19, Shaffelburg membuka keunggulan setelah menerima umpan silang indah dari Millar dari luar kotak penalti. Daniel Jebbison sempat menyentuh bola sebelum jatuh ke kaki Shaffelburg, yang dengan tenang menyelesaikannya dari jarak dekat. Gol kedua datang pada menit ke-35, lagi-lagi melalui kerja sama Millar-Shaffelburg. Millar melakukan tusukan dari sisi kanan dan mengirim umpan silang ke tiang jauh, yang tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper debutan Peru, Diego Romero. Shaffelburg dengan mudah menyundul bola ke gawang kosong.

Peru, yang hanya menguasai 43 persen bola, sama sekali tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran. Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui bahwa timnya mendikte jalannya pertandingan. “Kami mengontrol pertandingan, bermain sesuai kekuatan kami, dan saya senang dengan penampilan 22 pemain yang turun,” ujarnya. Marsch juga mencatat bahwa Peru sempat menciptakan beberapa peluang dari sepak pojok antara menit ke-10 hingga ke-15, tetapi Kanada berhasil membatasi ruang gerak lawan.

Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua berturut-turut bagi Kanada setelah sebelumnya mengalahkan Chile 1-0. Meski demikian, Marsch menyayangkan kurangnya penyelesaian akhir. “Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” tambahnya. Daniel Jebbison gagal memanfaatkan umpan matang dari Jonathan David, sementara tendangan bebas Mathieu Choiniere membentur tiang gawang. Tajon Buchanan juga masih belum mencatatkan kontribusi gol dalam 17 penampilan terakhirnya untuk tim nasional.

Bagi Peru, laga Kanada vs Peru ini menjadi hasil mengecewakan. Mereka akan menutup jendela internasional FIFA dengan menghadapi Kolombia di Miami pada 6 Oktober. Sementara itu, Kanada akan menghadapi Amerika Serikat di Saint Paul, Minnesota, pada hari yang sama. Pertandingan melawan AS akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Kanada, terutama karena AS menurunkan skuad muda yang diperkuat pemain MLS seperti Cavan Sullivan yang baru berusia 17 tahun.

Dalam laga ini, kiper Kanada Owen Goodman juga mencatatkan debut internasionalnya dengan clean sheet, meski tidak perlu melakukan penyelamatan berarti. Marsch memuji penampilan para pemain muda seperti Richard Chukwu yang tampil sebagai bek kiri, serta duet Ralph Priso dan Luc de Fougerolles di jantung pertahanan. “Ini pengalaman berharga bagi mereka,” kata Marsch.

Shaffelburg, yang dijuluki ‘Maritime Messi’, mengaku senang dengan performanya. “Saya belum mencetak gol sepanjang tahun ini, jadi dua gol ini luar biasa untuk kepercayaan diri saya,” ujarnya. “Latihan minggu ini sangat bagus, kami semua memberikan yang terbaik, dan hasilnya terasa manis.”

Dengan hasil ini, Kanada menunjukkan kedalaman skuad dan kualitas serangan mereka menjelang pertandingan melawan AS. Namun, efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah. Jika mampu mempertajam penyelesaian akhir, Kanada bisa menjadi ancaman serius di kancah internasional. Sementara Peru harus segera bangkit sebelum menghadapi Kolombia, atau mereka akan menghadapi tekanan lebih besar.

Secara keseluruhan, laga Kanada vs Peru menegaskan dominasi Kanada di wilayah Concacaf, tetapi juga menyoroti perlunya konsistensi dalam memanfaatkan peluang. Marsch dan timnya akan terus bekerja keras untuk memastikan tren positif ini berlanjut.

Exit mobile version