FaktaHari – 05 Oktober 2026 | Laga kroasia vs inggris dalam lanjutan UEFA Nations League A 2026-27 berakhir dengan skor yang mengejutkan. Inggris menghancurkan Kroasia dengan tujuh gol tanpa balas di Stadion HNK Rijeka, Minggu (4/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah sepak bola Kroasia, melampaui kekalahan 0-6 dari Spanyol pada 2018 silam.
Kapten Kroasia, Luka Modric, tidak bisa menyembunyikan rasa malunya. Gelandang berusia 41 tahun itu mengaku baru pertama kali merasakan hal tersebut selama 20 tahun membela tim nasional. “Saya sudah 20 tahun membela timnas dan ini kali pertama saya merasa malu setelah pertandingan. Kalah dengan cara seperti ini seperti menyia-nyiakan reputasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. Ini sulit diterima. Saya merasa malu,” ujar Modric kepada Jutarnji.
Modric menilai kekalahan ini bukan semata karena Inggris tampil lebih baik, melainkan akibat buruknya sikap dan permainan Kroasia. “Sangat sulit menemukan penjelasan untuk penampilan seperti ini tanpa duel, tanpa pelanggaran, tanpa agresivitas, tanpa kebersamaan,” tegasnya. “Kalian tidak bisa bermain sepak bola seperti itu. Kami bahkan terlihat seperti bermain dengan empat atau lima pemain lebih sedikit. Ini malam yang benar-benar katastrofik.”
Di kubu Inggris, kemenangan ini menjadi pembuktian mentalitas juara. Harry Kane menegaskan bahwa hasil ini adalah pesan untuk tim-tim Eropa lainnya. “Bahkan saat kami unggul 1-0, kami terus mengincar gol kedua, ketiga, dan keempat; itulah mentalitas yang harus kami miliki. Saat Anda memiliki gaya permainan tertentu, Anda tidak bisa memilih-milih kapan ingin menerapkannya. Gaya itu menuntut kegigihan tanpa henti,” kata Kane seperti dikutip ESPN.
Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol, sedangkan tiga gol lainnya disumbangkan Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Morgan Rogers. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menyebut penampilan timnya sebagai yang sempurna. “Inilah satu-satunya cara untuk terus maju meskipun Anda masih merasakan sakit. Anda harus bermain sambil menahan rasa sakit jika Anda masih merasakan kekecewaan,” ujar Tuchel.
Jalannya pertandingan di Rijeka berlangsung dominan bagi Inggris. Kane membuka keunggulan setelah menerima umpan terobosan Bellingham. Gordon mencetak gol ketiga melalui sundulan dari umpan Jarrell Quansah. Saka menutup babak pertama dengan gol keempat usai memanfaatkan umpan mendatar Bellingham. Di babak kedua, Kane kembali mencetak gol setelah menyambut umpan silang Elliot Anderson. Saka menambah gol keenam setelah bekerja sama dengan Kane, dan Morgan Rogers melengkapi pesta gol menjadi 7-0.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Kroasia yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kekuatan sepak bola Eropa. Dalam laga kroasia vs inggris tersebut, Kroasia kehilangan hampir seluruh karakter permainan mereka. Modric pun mendesak rekan-rekannya untuk segera bangkit. Kroasia tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan karena akan menghadapi Spanyol di Split, Selasa (7/10). Spanyol saat ini sedang dalam performa sempurna di Nations League dan telah mengalahkan Kroasia 4-1 pada pertemuan pertama.
Sementara itu, tambahan tiga poin membuat Inggris untuk sementara menyamai perolehan poin pemuncak klasemen Spanyol dan unggul tiga poin atas Kroasia dalam persaingan dua besar Grup 3. Kemenangan ini juga menjadi sinyal menakutkan bagi tim-tim Eropa lainnya bahwa Inggris datang dengan kekuatan penuh.
Dengan hasil ini, laga kroasia vs inggris akan dikenang sebagai salah satu malam paling kelam bagi Kroasia dan momen kebangkitan bagi Inggris. Modric dan kawan-kawan harus segera melupakan luka ini dan fokus pada laga krusial melawan Spanyol jika ingin menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Sementara Inggris semakin percaya diri menatap sisa turnamen.











