FaktaHari – 04 Oktober 2026 | Dalam laga seru UEFA Nations League yang berlangsung di Thessaloniki, pertandingan antara Yunani vs Belanda berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan ini menyajikan drama dan taktik yang mengesankan, terutama di babak kedua.
Di babak pertama, Yunani tampil dominan dan berhasil memimpin dengan dua gol. Fotis Ioannidis membuka keunggulan bagi Yunani di menit ke-23 setelah menerima umpan jauh dari kiper Konstantinos Tzolakis. Keunggulan Yunani bertambah tepat sebelum jeda, ketika Giorgos Masouras memanfaatkan kesalahan lini belakang Belanda untuk mencetak gol kedua.
Pelatih Belanda, Xavi Hernandez, melakukan beberapa perubahan signifikan di babak kedua. Ia mengakui bahwa strategi awal yang diterapkannya kurang efektif. “Penampilan buruk di babak pertama adalah kesalahan saya,” ujar Xavi. Dia melakukan tiga pergantian pemain yang terbukti mengubah jalannya pertandingan. Ryan Gravenberch, Tijjani Reijnders, dan Noa Lang masuk menggantikan Quinten Timber, Guus Til, dan Ruben van Bommel untuk menambah dinamika dan kontrol di lini tengah.
Perubahan ini membuahkan hasil ketika Virgil van Dijk memperkecil ketertinggalan di menit ke-59 melalui sundulan setelah menerima umpan dari Joey Veerman. Belanda terus menekan Yunani dan akhirnya menyamakan kedudukan di menit akhir pertandingan melalui gol Tijjani Reijnders.
Yunani, yang sebelumnya tidak terkalahkan di grup ini, harus puas dengan satu poin setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol. Pelatih Yunani, Ivan Jovanović, berupaya memperkuat pertahanan dengan memasukkan beberapa pemain bertahan, tetapi tidak mampu membendung serangan Belanda di saat-saat krusial.
Hasil imbang ini membawa Belanda ke posisi kedua di Grup A2, sementara Yunani tetap memimpin grup berkat kemenangan sebelumnya melawan Jerman. Pertandingan ini menjadi contoh nyata bagaimana Yunani vs Belanda tidak hanya menyajikan aksi di lapangan hijau, tetapi juga ketegangan dan kecerdikan taktis di antara kedua pelatih.
Kesimpulannya, meskipun Belanda harus puas dengan hasil imbang, perubahan taktik Xavi di babak kedua menunjukkan potensi tim ini untuk bangkit dan menyulitkan lawan-lawannya di pertandingan mendatang.











