FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Jalan tol Cinere – Jagorawi (Cijago) kembali menorehkan dua peristiwa memilukan dalam kurun waktu 24 jam. Pada Rabu (14/10/2026), sebuah truk bermuatan bahan kimia berupa tiner dan cat dilalap api di ruas jalan tol cinere – jagorawi, kawasan Beji, Kota Depok. Insiden tersebut diduga akibat korsleting listrik pada bagian aki kendaraan. Sehari sebelumnya, Selasa (13/10/2026) dini hari, seorang pengendara sepeda motor tewas setelah nekat melawan arah di jalan tol cinere – jagorawi KM 47+00 B, Depok.
Kebakaran truk bermuatan tiner dan cat terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut keterangan anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok, Anis, laporan awal diterima dari pihak Jasa Marga. Petugas kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menangani kebakaran yang dengan cepat melahap seluruh badan truk. “Menurut laporan sopir bahwa terjadi korsleting listrik di bagian aki, sampai merambat ke bagian belakang,” ujar Anis.
Pengemudi truk, yang sedang dalam perjalanan dari Tangerang menuju Cibarusah, menyadari api muncul dari bagian mesin. Api kemudian menyambar muatan tiner dan cat yang tersimpan di bak belakang. Pengemudi segera menepikan truk ke bahu jalan untuk menyelamatkan diri. Damkar Depok mengerahkan 15 personel, enam unit mobil pompa, dan satu unit kendaraan komando. Petugas menggunakan cairan pemadam khusus kelas B karena muatan kendaraan termasuk bahan mudah terbakar. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun asap hitam tebal sempat terlihat dari kejauhan dan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar jalan tol cinere – jagorawi tersendat.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih berdasarkan keterangan awal pengemudi. Dugaan korsleting listrik pada aki belum dapat dipastikan sebagai penyebab akhir tanpa hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, kecelakaan maut yang menimpa pengendara sepeda motor berinisial AO (25) terjadi pada Selasa (13/10/2026) dini hari di jalan tol cinere – jagorawi KM 47+00 B. AO yang berboncengan dengan temannya, RW (25), melaju melawan arah menggunakan sepeda motor Honda CB 150 R pelat B-4008-BFV. Kanit Laka Satlantas Polres Metro Depok Iptu Pujiono mengatakan, pengendara sepeda motor tersebut diduga berada dalam pengaruh alkohol saat memasuki jalan tol dan melaju melawan arah. “Dalam pengaruh alkohol infonya,” ujar Pujiono.
Kecelakaan bermula ketika sebuah taksi melaju dari arah timur menuju barat di jalan tol cinere – jagorawi KM 47. Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai AO melaju melawan arah. Sopir taksi, Felix, berusaha menghindari sepeda motor tersebut dengan mengarahkan kendaraannya ke kiri sebelum berpindah ke lajur dua. Namun, pemotor juga pindah ke lajur yang sama dengan taksi. “Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan tidak dapat menghindar, sehingga mengakibatkan benturan depan dan depan,” ungkap Pujiono. Akibat kejadian itu, AO meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan RW mengalami luka di mulut dan patah kaki kiri. RW dievakuasi ke rumah sakit di Depok.
Felix, sopir taksi, mengatakan bahwa kondisi jalanan saat itu masih gelap sekitar pukul 03.20 pagi, sehingga lampu kendaraan dari motor tersebut tidak terlihat jelas. Ia juga melihat korban tidak mengenakan helm dan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. “Nggak keliatan motornya. Memang masih gelap kondisinya sehingga pemotor tersenggol hingga meninggal dunia,” katanya.
Kedua insiden ini menjadi peringatan serius bagi pengguna jalan tol cinere – jagorawi. Kebakaran truk akibat korsleting aki menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan secara berkala, terutama bagi kendaraan pengangkut bahan mudah terbakar. Sementara itu, kecelakaan pemotor yang mabuk dan melawan arah menyoroti bahaya mengemudi dalam pengaruh alkohol serta pelanggaran masuk tol bagi sepeda motor. Pihak berwenang diharapkan meningkatkan pengawasan dan penindakan tegas untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di jalan tol cinere – jagorawi.
