FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Kasus penipuan emas now kembali menggemparkan publik Indonesia. Kali ini, dua peristiwa besar yang saling terkait mencuat ke permukaan: seorang dosen di Makassar yang diduga menipu warga hingga Rp550 juta dengan iming-iming kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), serta keterlibatan komika Nopek Novian sebagai brand ambassador perusahaan investasi emas yang merugikan korban hingga Rp25 miliar. Kedua kasus ini menyoroti modus operandi yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan figur publik.
Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan berhasil menangkap seorang dosen perempuan berinisial LS (54) di Kota Makassar. Ia diduga menipu korban berinisial HA, warga Tarakan, Kalimantan Utara, dengan total kerugian mencapai Rp550 juta. Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata, mengungkapkan bahwa LS menjanjikan dapat memasukkan anak korban ke Fakultas Kedokteran Unhas. “Berdasarkan pemeriksaan awal, LS membenarkan telah menerima sejumlah uang dari korban dengan total sekitar Rp550 juta,” ujarnya di Makassar, Selasa, 13 Oktober 2026. Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana modus penipuan emas now tidak hanya terjadi di sektor investasi, tetapi juga merambah ke dunia pendidikan.
Sementara itu, nama komika Nopek Novian ikut terseret dalam pusaran kasus penipuan emas now yang melibatkan perusahaan investasi Emas Now. Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 12 Oktober 2026, Nopek menyampaikan keprihatinan mendalam atas kerugian yang dialami para korban. Ia menegaskan bahwa keterlibatannya dengan Emas Now hanya sebatas pekerjaan profesional sebagai Brand Ambassador untuk periode 22 Mei 2026 hingga 22 Mei 2027. “Aku dari dulu tidak ingin mencelakakan orang, kok bisa ya (dituduh melakukan) penipuan. Parah banget, Emas Now ini adalah tempe Bos,” ucap Nopek dalam sebuah video yang diunggahnya, mengungkapkan kekesalannya karena namanya dikaitkan dengan kasus ini.
Nopek juga membeberkan fakta mengejutkan terkait honor yang diterimanya. Ia mengaku baru menerima sekitar 5 persen dari total nilai kontrak yang telah disepakati. Padahal, seluruh rincian tugas (scope of work) yang menjadi tanggung jawabnya sudah ia selesaikan. “Emas Now ini bos. SOW banyak dan sudah aku kerjakan semuanya, tapi baru dibayar 5 persen lho. Kalau disuruh kembalikan nanti tak kembalikan,” tegas komika asal Madiun tersebut. Ia menambahkan bahwa ia menjalankan tugas profesionalnya di tengah situasi sulit, saat mendampingi sang ayahanda yang dirawat di rumah sakit. Nopek berharap kasus ini segera ditangani secara hukum agar hak para korban dapat dipulihkan.
Kedua kasus ini menunjukkan betapa maraknya praktik penipuan emas now di berbagai sektor. Di Makassar, seorang oknum dosen menyalahgunakan jabatan dan kepercayaan publik untuk meraup keuntungan pribadi. Di sisi lain, perusahaan investasi emas menggunakan figur publik sebagai daya tarik untuk menggaet korban, namun kemudian tidak memenuhi kewajibannya. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan kritis terhadap setiap tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Proses hukum yang transparan dan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku serta mengembalikan kepercayaan publik.











