Klaim Kontroversial: Pengacara Don Ritto Sebut Rumah Sentul Dipinjam, Isi Brankas Milik Yayasan

Klaim Kontroversial: Pengacara Don Ritto Sebut Rumah Sentul Dipinjam, Isi Brankas Milik Yayasan
Klaim Kontroversial: Pengacara Don Ritto Sebut Rumah Sentul Dipinjam, Isi Brankas Milik Yayasan

FaktaHari – 18 Juli 2026 | Pengacara Don Ritto: Rumah Sentul dipinjam klien kami, isi brankas milik yayasan [titlebase] menjadi pernyataan yang mengejutkan publik dalam perkembangan kasus yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, secara tegas menyatakan bahwa uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang ditemukan di rumah tersebut bukan milik Febrie, melainkan milik kliennya yang digunakan untuk kepentingan yayasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Handika di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Ia menjelaskan bahwa rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, sudah tidak ditempati oleh Febrie selama kurang lebih 10 tahun. Sejak awal 2023, rumah itu dipinjam oleh Don Ritto untuk dijadikan kantor cadangan yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam. Yayasan tersebut membina sekitar 700 santri dari Papua dan Maluku yang menjalani pendidikan pesantren di Banten.

Menurut Handika, seluruh biaya operasional rumah, mulai dari listrik, air, perawatan, hingga gaji staf, ditanggung sepenuhnya oleh Don Ritto. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi dan bukti pembayaran yang telah disita penyidik. “Rumah itu sudah 10 tahun informasinya tidak pernah dipakai Pak Febrie. Pada awal 2023 dipinjam oleh Pak Idon untuk kantor yayasan,” ujar Handika.

Sementara itu, pengacara Febrie, Hotman Paris Hutapea, memberikan pernyataan berbeda. Hotman menegaskan bahwa kliennya tidak mengetahui adanya renovasi rumah yang menghasilkan tempat penyimpanan uang di dalamnya. “Jadi mengenai renovasi kenapa ada tempat uang di resto maupun di Sentul, dia tidak tahu menahu,” kata Hotman. Ia menambahkan bahwa rumah tersebut sejak 2022 sudah berada di bawah penguasaan Don Ritto, dan renovasi dilakukan tanpa sepengetahuan Febrie.

Hotman juga mengungkapkan bahwa rumah di Sentul bukan milik Febrie, melainkan milik mertuanya yang telah dihibahkan kepada anak Febrie. “Rumah itu dulu adalah rumah mertuanya, tapi sudah lama dihibahkan ke cucu dari mertuanya, jadi secara sertifikat bukan atas nama dari Febrie,” jelasnya.

Klaim Pengacara Don Ritto: Rumah Sentul dipinjam klien kami, isi brankas milik yayasan [titlebase] kembali ditegaskan oleh Handika. Ia menyebut bahwa pada tahun 2024, Don Ritto membangun brankas di rumah tersebut untuk menyimpan barang-barang berharga yayasan. Isi brankas yang ditemukan penyidik berupa 74 kilogram emas, 12 juta dolar Singapura, dan 4 juta dolar Amerika, menurut Handika, tidak ada kaitannya dengan Febrie. “Itu penguasaannya ada di klien kami. Penguasaan, kepemilikan. Jadi itu bukan milik Pak Febrie,” tegasnya.

Handika enggan mengungkap identitas pihak yang menyerahkan dana tersebut dengan alasan menjaga keselamatan mereka. Ia berjanji akan membuka informasi lebih lanjut setelah para pihak terkait menjalani pemeriksaan oleh penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung.

Kasus ini menimbulkan polemik di masyarakat. Di satu sisi, pengacara Don Ritto bersikukuh bahwa barang bukti tersebut milik yayasan, sementara pengacara Febrie membantah keterlibatan kliennya. Polisi dan Kejaksaan Agung masih terus mendalami kasus ini. Pengacara Don Ritto: Rumah Sentul dipinjam klien kami, isi brankas milik yayasan [titlebase] menjadi inti dari klaim yang membelokkan tuduhan awal terhadap Febrie.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti untuk mengungkap kebenaran di balik temuan fantastis tersebut. Masyarakat menanti kejelasan hukum atas asal-usul uang dan emas yang bernilai hampir Rp500 miliar itu. Satu hal yang pasti, pernyataan Pengacara Don Ritto: Rumah Sentul dipinjam klien kami, isi brankas milik yayasan [titlebase] telah menjadi sorotan utama dalam pemberitaan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *