FaktaHari – 16 Juli 2026 | Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalur Selatan Probolinggo, tepatnya di jalan raya Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (16/7/26) siang. Peristiwa yang dikenal dengan istilah ‘Ngerem Mendadak Berujung Fatal 3 Kendaraan Kecelakaan di Jalur Selatan Probolinggo’ ini bermula dari manuver bus yang tiba-tiba mengerem keras hingga menyebabkan tabrakan berantai. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini sempat mengakibatkan kemacetan panjang yang mengular hingga beberapa kilometer.
Kronologi kecelakaan dimulai saat bus Akas Asri yang dikemudikan Sugeng, warga Kabupaten Lumajang, melaju dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di perlintasan kereta api Desa Malasan Wetan, bus tiba-tiba berjalan zig-zag. Ketika sopir berusaha mengembalikan kendaraan ke jalur kiri, ia melihat sebuah truk bermuatan batu gamping bernomor polisi N 9265 UY yang tengah berhenti di depannya. Truk tersebut dikemudikan oleh Ayub (52), warga Kabupaten Jember. Dalam situasi darurat, Sugeng melakukan pengereman mendadak yang menjadi pangkal musibah. Aksi ini kemudian dikenal luas sebagai ‘Ngerem Mendadak Berujung Fatal 3 Kendaraan Kecelakaan di Jalur Selatan Probolinggo’. Pengereman yang terlalu mendadak itu membuat dump truk bernomor polisi H 8831 CF yang dikemudikan Basuki asal Mojokerto tidak sempat menghindar. Dump truk yang melaju dari arah selatan dengan kecepatan cukup tinggi langsung menabrak bagian belakang bus.
Benturan keras tersebut membuat bus terdorong ke depan hingga akhirnya menabrak truk bermuatan batu gamping yang sedang berhenti. Akibat tabrakan bertubi-tubi itu, truk batu gamping keluar dari badan jalan dan terguling ke bahu jalan. Ayub, sopir truk batu gamping, menuturkan bahwa ia hanya bisa pasrah saat bus tiba-tiba menghantam kendaraannya. “Saat itu truk yang saya kendarai sedang berhenti. Tiba-tiba ada bus mengerem mendadak, lalu tidak lama kemudian dump truk menabrak bagian belakang bus hingga bus terdorong dan menabrak truk yang saya kemudikan,” kata Ayub dengan nada kecewa. Peristiwa ‘Ngerem Mendadak Berujung Fatal 3 Kendaraan Kecelakaan di Jalur Selatan Probolinggo’ ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna jalan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material cukup besar. Ketiga kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan belakang. Bangkai kendaraan yang berserakan di tengah jalan menyebabkan arus lalu lintas dari arah Lumajang menuju Probolinggo tersendat total. Antrean kendaraan mengular hingga lebih dari dua kilometer. Anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengatur arus lalu lintas. Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikarma, menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah pengereman mendadak yang dilakukan sopir bus. “Kecelakaan ini bermula saat truk bermuatan gamping berhenti, dan pada saat bersamaan ada bus yang mengerem mendadak. Kemudian dari arah selatan muncul dump truk bermuatan pasir yang menabrak bus,” ujar Aditya. Ia menambahkan bahwa saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal setelah petugas berhasil mengevakuasi kendaraan yang terlibat.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi untuk selalu menjaga jarak aman dan menghindari pengereman mendadak, terutama di jalur padat seperti Jalur Selatan Probolinggo. Pihak kepolisian mengimbau agar pengemudi lebih waspada dan tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan ini menyadarkan kita betapa pentingnya keselamatan berkendara. Insiden ‘Ngerem Mendadak Berujung Fatal 3 Kendaraan Kecelakaan di Jalur Selatan Probolinggo’ diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati di jalan raya.



