PLN Batam Sukses Alirkan Gas Natuna 15 MMSCFD, Jaminan Listrik di Kepri Semakin Kokoh

PLN Batam Sukses Alirkan Gas Natuna 15 MMSCFD, Jaminan Listrik di Kepri Semakin Kokoh
PLN Batam Sukses Alirkan Gas Natuna 15 MMSCFD, Jaminan Listrik di Kepri Semakin Kokoh

FaktaHari – 30 Oktober 2026 | PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menorehkan sejarah baru dalam penguatan infrastruktur energi nasional. Pada Selasa (27/10/2026) dini hari, gas bumi dari Natuna berhasil dialirkan ke Batam dengan volume 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping. Langkah ini menjadi kado istimewa bagi PLN Batam dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional ke-81.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber energi merupakan bagian penting dari strategi perusahaan untuk menjaga keandalan pasokan listrik. “Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir,” ujar Suroso dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Infrastruktur pipa WNTS–Pemping sendiri memiliki peran strategis sebagai penghubung antara jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD ini membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya bagi pembangkit listrik di Batam.

Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, pengaliran gas melalui WNTS–Pemping diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pelaksanaan pemeliharaan terencana atau turn around (TAR) fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026. Sementara itu, untuk jangka panjang, konektivitas ini akan memperkuat kepastian pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung yang direncanakan mulai mengalirkan gas pada 2027 dengan volume 111 MMSCFD selama delapan tahun.

“Kehadiran jalur pasokan alternatif ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pasokan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam. Terhubungnya infrastruktur ini juga membuka peluang penyaluran gas dari pengembangan lokasi-lokasi sumber energi gas baru di wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan domestik,” jelas Rakhmad.

Untuk mendukung operasional infrastruktur WNTS–Pemping, PLN melalui PLN EPI telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang berlaku hingga 17 Oktober 2046, serta Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026. Pemenuhan aspek perizinan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan operasional infrastruktur sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengapresiasi kolaborasi erat antara PLN Group dengan pemerintah, mitra kerja, dan pelaksana. “Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan infrastruktur energi yang siap mendukung kebutuhan nasional. Kami mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, BPH Migas, seluruh entitas PLN Group, mitra kerja, dan tim yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi,” ujar Erma.

Dengan tambahan pasokan gas ini, PLN Batam semakin optimis dalam menjaga keandalan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha di Batam. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan infrastruktur agar penyaluran gas berjalan aman dan optimal.

Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam melalui pipa WNTS–Pemping menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur mampu menghadirkan pasokan listrik yang andal. Bagi PLN Batam, ini adalah fondasi kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dan memperkuat kedaulatan energi Indonesia di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *