FaktaHari – 25 Oktober 2026 | Garibaldi Thohir, atau yang akrab disapa Boy Thohir, kembali menjadi sorotan pasar modal Indonesia. Melalui perusahaan investasinya, PT Trinugraha Thohir, ia melakukan pembelian besar-besaran saham di tiga emiten energi pada 19 Oktober 2026. Langkah ini diambil ketika pasar saham sedang menghadapi tekanan akibat sentimen global, termasuk kekhawatiran terkait indeks MSCI. Aksi korporasi Garibaldi Thohir ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap prospek jangka panjang sektor energi nasional.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Trinugraha Thohir memborong total 2.824.900 saham dari tiga perusahaan: PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Rinciannya, 2.252.300 saham ESSA dibeli pada harga Rp444 per saham, 102.600 saham AADI pada harga Rp9.800 dan Rp9.750, serta 470.000 saham ADRO pada harga Rp2.130 per saham. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp3,02 miliar. Tujuan transaksi adalah untuk investasi langsung, seperti disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi.
Pembelian saham ADRO oleh Garibaldi Thohir ini sejalan dengan program buyback yang sedang dijalankan perusahaan. ADRO menegaskan akan melanjutkan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp5 triliun mulai 20 Oktober 2026. Program buyback ini telah disetujui dalam RUPST pada 17 April 2026 dan akan berlangsung hingga April 2027. Corporate Secretary ADRO, Maharani Cindy Opssedha, menyatakan bahwa buyback mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang. Dana buyback berasal dari kas internal, dengan batasan maksimal 10 persen dari modal disetor sesuai POJK 29/2023.
Kinerja keuangan ADRO sendiri menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada semester I 2026, pendapatan ADRO naik 16,50 persen menjadi USD999,20 juta, sementara laba bersih melonjak 76,80 persen menjadi USD309,00 juta. Proyeksi buyback diperkirakan meningkatkan laba per saham dasar dari USD0,01526 menjadi USD0,01668. Analis dari BRI Danareksa Sekuritas pun menaikkan target harga ADRO menjadi Rp3.300 pada 8 Oktober 2026. Dengan fundamental yang kuat, aksi Garibaldi Thohir menambah saham ADRO semakin memperkuat sentimen positif.
Selain ADRO, saham ESSA dan AADI juga menjadi target. Kepemilikan Trinugraha Thohir di ESSA naik dari 0,48 persen menjadi 0,49 persen, sedangkan di AADI meningkat dari 1,15 persen menjadi 1,16 persen. Meskipun kenaikannya relatif kecil, langkah ini menunjukkan diversifikasi portofolio di sektor energi dan industri kimia. ESSA sendiri bergerak di sekitar Rp520 setelah naik lebih dari 2 persen, mencoba membangun momentum pemulihan setelah tekanan sebelumnya.
Profil Garibaldi Thohir sendiri tidak asing lagi di dunia bisnis Indonesia. Lahir di Bandar Lampung pada 1 Mei 1965, ia merupakan kakak kandung Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga. Boy Thohir mendirikan WOM Finance, mengakuisisi Adaro pada 2005, dan kini menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Alamtri Resources sejak Juni 2025. Forbes mencatat kekayaannya mencapai 3,8 miliar dolar AS pada Desember 2025, menempatkannya sebagai orang terkaya ke-19 di Indonesia.
Langkah Garibaldi Thohir memborong saham di tengah tekanan pasar menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsik perusahaan-perusahaan tersebut. Meskipun aksi investor besar tidak selalu menjamin kenaikan harga saham dalam jangka pendek, sinyal ini dapat menjadi indikator positif bagi investor lain. Dengan kinerja keuangan yang solid dan program buyback yang berjalan, ADRO dan emiten terkait berpotensi memberikan imbal hasil yang menarik dalam jangka panjang.
