FaktaHari – 22 Oktober 2026 | Harga BBM Pertamina hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, masih menjadi perhatian utama masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi untuk periode Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Kebijakan ini berlaku di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, dengan penyesuaian terakhir sejak 2 September 2026. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa harga BBM Pertamina untuk produk subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan pemerintah.
“Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September. Untuk produk subsidi, tidak akan ada kenaikan hingga akhir tahun,” ujar Kitty dalam keterangan resmi di Jakarta. Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, penetapan harga masih mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat dan pergerakan harga minyak dunia.
Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina yang berlaku hari ini di wilayah Jabodetabek:
- Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
Harga BBM Pertamina di luar Jabodetabek dapat sedikit berbeda karena adanya komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang bervariasi antarprovinsi. Meski demikian, secara umum tidak ada perubahan signifikan untuk seluruh produk, baik bensin maupun diesel. Di sisi lain, harga BBM swasta seperti BP-AKR, Shell, dan Vivo juga tidak mengalami perubahan. Produk diesel dari ketiga operator swasta kompak di harga Rp25.420 per liter, sedangkan Vivo Revvo 95 dan BP Ultimate yang menyasar segmen RON 95 berada di Rp19.330 per liter.
Meskipun harga BBM Pertamina stabil, Pertamina Patra Niaga meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patra Niaga, Angga Y. Putra, mengungkapkan bahwa praktik pembelian menggunakan botol dan kendaraan dengan tangki modifikasi masih ditemukan di lapangan. “Iya, itu yang kita harapkan. Makanya di lapangan masih ada nih spekulan-spekulan yang sepeda motor, yang botol, yang tangkinya modifikasi,” ujar Angga saat dikonfirmasi di Jember, Rabu, 21 Oktober 2026.
Angga menegaskan bahwa pihaknya telah mengingatkan seluruh pengelola SPBU untuk tidak terlibat dalam praktik yang merugikan masyarakat. Pengawasan diperketat agar penyaluran Pertalite tetap tepat sasaran. Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Namun, indikasi pembelian mencurigakan belum otomatis membuktikan adanya pelanggaran, sehingga pihak berwenang masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Di sisi lain, pasar minyak dunia menunjukkan pergerakan mixed. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun tipis ke US$97,87 per barel, sementara Brent Crude bertahan di US$108,96 per barel setelah sempat menembus US$110. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, serta penurunan persediaan minyak komersial Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menopang harga minyak di level tinggi. Kementerian ESDM juga menetapkan Indeks Harga Minyak Indonesia (ICP) periode September 2026 sebesar US$112,81 per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel. Meskipun demikian, harga BBM Pertamina nonsubsidi tetap stabil untuk saat ini.
Dengan kondisi harga BBM Pertamina yang tidak berubah hingga akhir tahun, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM bersubsidi. Pertamina akan terus memantau perkembangan pasar dan kondisi masyarakat sebelum mengambil kebijakan selanjutnya. Pengawasan terhadap spekulan Pertalite juga akan terus dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran. Sebagai kesimpulan, stabilitas harga BBM Pertamina hingga akhir 2026 memberikan kepastian bagi konsumen, namun tantangan pengawasan penyaluran subsidi masih perlu perhatian semua pihak.











