FaktaHari – 21 Oktober 2026 | Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global. Namun, di balik kebijakan itu, sejumlah tantangan besar mengintai, mulai dari ketergantungan impor hingga kelangkaan bahan bakar di daerah.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan agar harga BBM subsidi dipertahankan. Anggota DEN, Septian Hario Seto, menyatakan bahwa langkah pemerintah sudah tepat. “Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa langkah pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi ini sudah tepat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat saat ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/10/2026). DEN juga membahas opsi fiskal bersama Kementerian Keuangan dan Danantara untuk memastikan harga bahan bakar tetap stabil hingga akhir tahun.
Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto menargetkan penerapan bioetanol 10% (E10) tahun ini, dengan target jangka panjang E50 dalam empat tahun. “Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10, mungkin dua tahun lagi kita berharap bisa mencapai E20,” kata Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi impor bahan bakar fosil. Saat ini, Indonesia sudah menerapkan biodiesel 50% (B50). Jika E50 dan B50 berjalan bersamaan, Prabowo optimistis Indonesia tidak perlu lagi impor BBM.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa pemerintah sedang menyusun program E50. “Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden untuk mempelajari kesuksesan B50 dan menerapkannya untuk E50,” ujarnya. Bahan baku bioetanol akan berasal dari tebu, singkong, dan jagung, yang akan dikelola bersama Pertamina dan swasta. Konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan bensin sekitar 39-40 juta kiloliter per tahun. Dengan produksi dalam negeri, ketergantungan pada bahan bakar impor diharapkan menurun.
Namun, di tingkat masyarakat, kelangkaan bahan bakar masih menjadi keluhan. Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menyerap aspirasi warga dalam acara Kumpul Bersama Masyarakat di Warung Kopi Wijaya, Banjar Tunggal Sari, Desa Dauh Peken, Tabanan, Rabu (21/10). Warga menyoroti kelangkaan BBM dan pengalihan arus lalu lintas yang dikhawatirkan memicu kemacetan. “Setiap masukan akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Bayu Pati.
Di sisi lain, relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan harus berjuang sendiri. Aktris Zaskia Adya Mecca menangis saat melihat langsung perjuangan mereka. Para relawan mandiri harus patungan membeli bahan bakar untuk mesin pemadam. “Untuk beli bensin, mereka patungan dari uang masing-masing. Ada yang Rp10 ribu, kadang Rp15 ribu, Rp20 ribu,” kata Zaskia melalui Instagram @zaskiadyamecca, Rabu (21/10). Mereka tidak digaji dan minim alat pelindung diri. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses terhadap bahan bakar masih menjadi persoalan di lapangan.
Pemerintah juga tengah membenahi ekosistem pengadaan bahan bakar nasional. Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pihaknya menyiapkan usulan perbaikan tata kelola. Sementara itu, Inggris mengerahkan jet tempur Typhoon untuk melindungi infrastruktur vital Arab Saudi dari serangan Houthi. Intervensi ini sebagian dibenarkan karena ketidakstabilan di Timur Tengah memicu kenaikan harga energi global, yang berdampak pada biaya hidup. Meski demikian, pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan bakar di dalam negeri.
Secara keseluruhan, kebijakan harga BBM subsidi yang tidak naik hingga akhir 2026 memberikan angin segar bagi masyarakat. Namun, tantangan struktural seperti kelangkaan di daerah, ketergantungan impor, dan transisi energi masih perlu diatasi. Pengembangan bioetanol dan biodiesel menjadi langkah strategis untuk mengurangi impor bahan bakar. Di sisi lain, penegakan distribusi dan peningkatan infrastruktur energi harus menjadi prioritas agar kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.











