FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Nama Achmad Baiquni kembali mencuri perhatian publik setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) resmi mengangkatnya sebagai Direktur I untuk periode 2026-2030. Keputusan ini diambil dalam rapat yang digelar pada Rabu (14/10/2026) dan efektif berlaku sejak rapat ditutup. Achmad Baiquni, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit FAST sejak 2021, kini dipercaya memimpin salah satu emiten pengelola gerai KFC di Indonesia.
Pengangkatan Achmad Baiquni menggantikan Dalimin Juwono yang mengundurkan diri dari jabatannya pada Agustus 2026. Dalimin, yang telah berkarier lebih dari lima dekade di Grup Gelael, mengakhiri perjalanannya di perusahaan tersebut. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen FAST menyatakan bahwa pemegang saham menyetujui pengunduran diri Dalimin serta membebaskan tugas-tugasnya secara penuh. Selanjutnya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Achmad Baiquni sebagai Direktur I.
Bagi Achmad Baiquni, ini bukanlah pertama kalinya ia menduduki posisi strategis di dunia korporasi. Sebelum bergabung dengan FAST, ia dikenal sebagai mantan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang menjabat sejak Maret 2015 hingga Februari 2020. Kariernya di industri perbankan nasional terbilang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada Mei 2010 hingga Maret 2015, Direktur Usaha Kecil, Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi BNI (2006-2008), dan Direktur Konsumer BNI (2003-2006).
Latar belakang pendidikannya juga tidak kalah mentereng. Achmad Baiquni meraih gelar dari Jurusan Studi Pembangunan, Universitas Padjadjaran, Bandung pada 1982, dan kemudian melanjutkan studi di Asian Institute of Management, Makati, Filipina, dengan spesialisasi Business Management pada 1992. Kombinasi pengalaman perbankan dan pendidikan formal yang kuat membuatnya dipercaya untuk mengemban tanggung jawab baru di FAST.
Kiprah Achmad Baiquni di dunia perbankan juga tercatat saat ia menjabat sebagai Dirut BNI. Pada November 2015, ia memimpin RUPSLB BNI yang memutuskan pengangkatan Pradjoto sebagai Pelaksana Tugas Komisaris Utama menggantikan Rizal Ramli. Saat itu, Achmad Baiquni menyatakan bahwa rapat juga menetapkan pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) yang mulai berlaku pada 2016. Kepemimpinannya di BNI diakui telah membawa perubahan positif bagi perseroan.
Kini, dengan bergabungnya Achmad Baiquni ke jajaran direksi FAST, publik menaruh harapan besar terhadap kinerja emiten pengelola gerai KFC tersebut. Apalagi, industri makanan cepat saji di Indonesia terus tumbuh dan menghadapi tantangan tersendiri, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Pengalaman Achmad Baiquni di sektor keuangan dan perbankan diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengelolaan keuangan perusahaan, strategi ekspansi, serta peningkatan kinerja operasional.
Selain itu, penunjukan Achmad Baiquni juga menjadi sinyal bahwa FAST serius dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan latar belakangnya sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit, ia dianggap memahami betul seluk-beluk perusahaan, termasuk aspek kepatuhan dan manajemen risiko. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan.
Meski demikian, tantangan tidaklah kecil. Pasar modal Indonesia tengah menghadapi gejolak, seperti yang terlihat dari kejatuhan IHSG pada pekan 12-16 Oktober 2026 yang turun 14,91 persen ke level 5.185,11. Sentimen global dan domestik, termasuk kekhawatiran inflasi AS dan ketegangan geopolitik, turut mempengaruhi pasar. Di sisi lain, aksi korporasi seperti buyback saham yang dilakukan BCA menunjukkan bahwa emiten-emiten besar masih berupaya menjaga stabilitas pasar. Dalam konteks ini, kepemimpinan Achmad Baiquni di FAST diharapkan mampu membawa stabilitas dan pertumbuhan bagi perusahaan.
Dengan rekam jejak yang mumpuni, Achmad Baiquni kini memasuki babak baru dalam kariernya. Dari kursi Dirut BNI ke Direktur KFC, ia dituntut untuk beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi FAST. Publik akan menyoroti langkah-langkah strategis yang akan diambilnya, terutama dalam menghadapi persaingan industri makanan cepat saji yang semakin ketat. Keberhasilannya di masa lalu menjadi modal berharga, namun tantangan di depan tentu berbeda. Semua mata kini tertuju pada Achmad Baiquni dan masa depan FAST di bawah kepemimpinannya.











