FaktaHari – 19 Oktober 2026 | India menjadi sorotan dunia pada Oktober 2026 seiring dengan berbagai dinamika yang terjadi di dalam dan luar negeri. Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman menandai arus modal keluar sebagai salah satu risiko terbesar bagi India pada tahun 2027, sementara Badan Meteorologi India (IMD) memperingatkan hujan lebat di wilayah selatan. Di kancah internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut India sebagai sekutu penting untuk mengantisipasi perubahan kebijakan Amerika Serikat. Selain itu, isu perdagangan dan pengawasan pangan juga mewarnai berita India.
Arus Modal Keluar Ancam Pasar Ekuitas India
Dalam wawancara dengan CNBC di sela-sela pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, Sitharaman menyatakan bahwa likuiditas yang tinggi memudahkan investor untuk keluar dari pasar ekuitas India. Hal ini berkontribusi pada underperforma indeks acuan yang turun hampir 12% sejak Januari. Data dari NSDL menunjukkan investor portofolio asing (FPI) telah menjual lebih dari $33 miliar saham India langsung sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, investor domestik terus mengalirkan dana, dengan reksa dana ekuitas mencatat arus masuk bersih setiap bulan sejak Maret 2021.
Sitharaman menegaskan bahwa fundamental ekonomi India tetap baik. Ia juga menyoroti pergeseran investasi global ke Amerika Serikat dan pasar yang terpapar kecerdasan buatan (AI) seperti Taiwan dan Korea Selatan. Bobot India dalam indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menurun dari 19% menjadi 10% dalam beberapa tahun terakhir. Menanggapi potensi gelembung AI, Sitharaman yakin India tidak akan terkena dampak signifikan karena skala investasi AI di India tidak sebesar di negara lain. India juga disebut tidak lagi tertinggal dalam teknologi frontier, dengan investasi yang sedang dilakukan untuk mendirikan manufaktur semikonduktor.
Peringatan Cuaca Ekstrem di India Selatan
IMD memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa negara bagian India selatan pada 19 Oktober 2026. Kerala, Mahe, dan Karnataka bagian selatan diperkirakan mengalami hujan lebat terisolasi hingga 24 Oktober. Tamil Nadu, Puducherry, dan Karaikal berpotensi dilanda hujan sangat lebat hingga 21 Oktober, kemudian hujan lebat hingga 24 Oktober. Andhra Pradesh pesisir, Yanam, dan Rayalaseema juga mungkin mengalami hujan lebat dari 19 hingga 21 Oktober, disertai angin permukaan kencang hingga 22 Oktober. Sementara itu, Delhi diprediksi cerah dengan suhu maksimum 31-33°C dan minimum 18-20°C, serta angin barat laut yang meningkat hingga 22 km/jam pada sore hari.
Netanyahu Jadikan India Pilar Aliansi Baru
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sembilan hari sebelum pemilu 27 Oktober, menyampaikan doktrin keamanannya. Ia memperingatkan bahwa dalam dua tahun ke depan bisa muncul presiden AS yang sangat bermusuhan dengan Israel. Oleh karena itu, Israel harus memperkuat aliansi dengan negara-negara seperti India dan Amerika Latin. Netanyahu menegaskan bahwa India bukan negara kecil dan hubungan dengan Perdana Menteri Narendra Modi menjadi bukti Israel tidak terisolasi. Langkah ini sebagai antisipasi terhadap potensi perubahan kebijakan AS yang tidak lagi mendukung Israel.
Eropa Tolak Permintaan AS untuk Tarif Sekunder pada India
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa negara-negara Eropa menolak permintaan Washington untuk memberlakukan tarif sekunder pada India dan China terkait pembelian minyak Rusia. Bessent mengatakan AS telah meminta sekutu Eropa pada musim semi untuk bergabung, tetapi mereka menolak. “Mengapa AS harus menanggung beban?” ujarnya. Eropa tetap membeli miliaran dolar energi Rusia, sementara AS berupaya menekan Moskow.
FSSAI Layangkan Nota ke HUL dan Nestle India
Otoritas Standar Keamanan Pangan India (FSSAI) mengirim surat peringatan kepada Hindustan Unilever Limited (HUL) dan Nestle India terkait klaim menyesatkan dan label yang tidak konsisten. Produk HUL yang disorot adalah Horlicks Women’s Plus Chocolate Nutrition Drink dan Horlicks Mother’s Plus Kesar, dengan klaim kekuatan tulang, berat lahir sehat, dan “No Added Sugar” yang dianggap berpotensi melanggar aturan. Nestle India juga menerima nota terkait Nescafe ready-to-drink coffee dan Resource Renal Vanilla Flavour Powder. FSSAI menekankan bahwa label dan iklan harus mematuhi ketentuan dan tidak menciptakan kesan yang tidak akurat.
Dinamika yang terjadi di India ini menunjukkan bahwa negara tersebut menghadapi tantangan multidimensi: dari stabilitas pasar keuangan, ancaman cuaca ekstrem, hingga posisi strategis dalam geopolitik global. Meskipun arus modal keluar menjadi risiko, fundamental ekonomi yang kuat dan hubungan internasional yang luas menjadi modal penting bagi India untuk tetap tangguh. Pengawasan terhadap praktik bisnis juga diperketat untuk melindungi konsumen. Dengan demikian, India terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keamanan nasional, dan kesejahteraan masyarakat.
