FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Pergerakan USD hari ini kembali menjadi sorotan pasar global. Setelah sempat menguat akibat data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS mulai kehilangan momentum pada akhir pekan. Pelemahan USD hari ini membuka ruang bagi emas untuk bangkit dari tekanan, meski secara mingguan masih mencatat penurunan tipis. Dinamika ini terjadi di tengah derasnya arus berita ekonomi dan teknologi yang turut memengaruhi sentimen investor, mulai dari denda miliaran dolar hingga krisis infrastruktur di California.
Sepanjang pekan, indeks dolar AS sempat menanjak setelah rilis data inflasi yang panas, namun berbalik melemah ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve mereda. Ketua Fed, Kevin Warsh, dalam pernyataannya pada akhir pekan tidak memberikan sinyal jelas mengenai kenaikan suku bunga pada Oktober, sehingga pelaku pasar menafsirkan bahwa kebijakan moneter akan tetap longgar dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat USD hari ini berada di jalur pelemahan, yang secara historis menguntungkan aset safe haven seperti emas.
Harga emas spot dunia sempat menyentuh level 4.217 dolar AS per ounce pada awal pekan, sebelum terkoreksi ke 4.073 dolar AS per ounce di tengah pekan akibat penguatan dolar. Namun, pada akhir pekan, logam mulia ini kembali menguat dan ditutup di posisi 4.164 dolar AS per ounce. Meski demikian, posisi tersebut masih lebih rendah 30 dolar AS dibandingkan awal pekan. Sejumlah analis memperkirakan harga emas dapat melesat ke kisaran 4.400–4.500 dolar AS per ounce dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika USD hari ini terus melemah dan ketegangan geopolitik meningkat.
Di sisi lain, pasar keuangan global juga dihebohkan oleh langkah raksasa kecerdasan buatan Anthropic yang setuju membayar 1,5 miliar dolar AS untuk menyelesaikan gugatan class action terkait pelanggaran hak cipta. Perusahaan tersebut dituduh menggunakan sekitar 500.000 buku tanpa izin untuk melatih model AI mereka. Menariknya, 21 karya sastra Korea, termasuk novel Human Acts karya Han Kang, masuk dalam daftar kompensasi dengan nilai sekitar 3.000 dolar AS per judul. Kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi penggunaan karya berhak cipta dalam pengembangan AI semakin menjadi perhatian global.
Sementara itu, di sektor lingkungan, Pemerintah Negara Bagian Washington, AS, menggelontorkan jutaan dolar untuk memberantas spesies invasif kepiting hijau Eropa. Sepanjang tahun fiskal 2026, lebih dari 2,16 juta kepiting telah dimusnahkan dari perairan negara bagian tersebut. Kepiting ini dikenal rakus dan merusak ekosistem lamun serta memangsa kerang dan tiram, yang merupakan komoditas penting bagi industri perikanan Washington senilai hampir 400 juta dolar AS per tahun. Meski telah menghabiskan lebih dari 8 juta dolar AS sejak 2022, populasi kepiting invasif ini belum juga tuntas.
Kekhawatiran juga datang dari California. Sebuah audit negara bagian mengungkap bahwa 57 bendungan di sana berada dalam kondisi kurang baik atau tidak memuaskan, dengan 40 di antaranya berisiko tinggi hingga sangat tinggi. Jika bendungan-bendungan tersebut jebol, potensi kerugian ekonomi bisa mencapai lebih dari 265 miliar dolar AS dan mengancam 1,5 juta jiwa. Ironisnya, meskipun undang-undang telah diperkuat sejak krisis Bendungan Oroville pada 2017, hingga April 2026 tidak ada satu pun sanksi yang dijatuhkan kepada pemilik bendungan yang lalai. Diperkirakan biaya perbaikan seluruh bendungan bermasalah mencapai 28 miliar dolar AS.
Di pasar saham, Sandisk menjadi salah satu saham pertumbuhan yang menarik perhatian. Meski harganya telah meroket 827% dalam setahun terakhir, saham ini terkoreksi 44% dari puncaknya pada Juni lalu. Kekhawatiran muncul setelah perusahaan memori China, CXMT, melantai di bursa dan dikhawatirkan mengancam dominasi pemain global. Namun, analis menilai kepanikan tersebut berlebihan karena Sandisk tidak bersaing langsung di segmen NAND flash yang digeluti CXMT. Dengan permintaan SSD enterprise yang meledak akibat booming AI, prospek Sandisk masih cerah.
Secara keseluruhan, pelemahan USD hari ini menjadi katalis utama bagi pergerakan emas dan aset berisiko lainnya. Investor disarankan mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis pekan depan, seperti izin bangunan, klaim pengangguran, dan indeks PMI, untuk mengukur arah kebijakan Fed selanjutnya. Di tengah ketidakpastian global, kombinasi antara melemahnya dolar dan berbagai peristiwa ekonomi serta lingkungan di atas menciptakan lanskap investasi yang menantang namun penuh peluang. Pantau terus USD hari ini untuk mengantisipasi gejolak pasar berikutnya.











