FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Indeks harga saham gabungan Korea Selatan, KOSPI, mengalami kejatuhan yang dramatis pada perdagangan Selasa, mencatat penurunan terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Indeks acuan ini ditutup merosot 5,46% ke level 6.035,35, sebuah level yang terakhir kali terlihat pada awal tahun ini. Kejatuhan ini terjadi tanpa adanya katalis negatif tunggal yang jelas, namun analis mengidentifikasi beberapa faktor yang bekerja secara bersamaan untuk menekan KOSPI.
Salah satu pemicu utama adalah pengumuman dari perusahaan semikonduktor China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang mengklaim telah membuat kemajuan signifikan dalam teknologi DRAM. CXMT berencana meluncurkan produk server generasi terbaru sebelum akhir tahun. Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa kesenjangan teknologi antara China dan para pemain utama seperti Samsung Electronics dan SK Hynix semakin mengecil. Jika China mampu meningkatkan pasokan memori, pangsa pasar dan laba operasional tiga raksasa memori—Samsung, SK Hynix, dan Micron—diprediksi akan tertekan pada tahun depan dan 2028.
Selain itu, pernyataan dari CEO Broadcom dan Intel mengenai kesulitan dalam mengumpulkan modal sebagai potensi kendala bagi pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) turut memberatkan sentimen. Keraguan terhadap profitabilitas dan pendanaan AI, yang sebelumnya menjadi motor penggerak pasar saham global, kini mulai menguap. Dengan suku bunga tinggi yang sudah membuat saham kurang menarik, keraguan baru ini menambah tekanan jual.
Analis dari Daishin Securities, Lee Kyung-min, menjelaskan bahwa kejatuhan KOSPI yang luar biasa ini terutama disebabkan oleh minimnya pembeli di pasar. “Arus keluar modal asing dari pasar Korea terus berlanjut, dan program pembelian kembali saham (buyback) oleh Samsung Electronics dan SK Hynix hampir selesai. Akibatnya, KOSPI menjadi sangat rentan terhadap guncangan kecil sekalipun,” ujarnya. Ditambah lagi, pergerakan sideways yang berkepanjangan dalam beberapa waktu terakhir telah memadamkan semangat investor domestik, membuat mereka cenderung menunggu daripada membeli.
Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan badai sempurna bagi KOSPI. Pasar Korea, yang memiliki eksposur tinggi terhadap saham semikonduktor, bereaksi lebih tajam dibandingkan indeks saham global lainnya. Tanpa adanya katalis positif baru, para pelaku pasar memperkirakan volatilitas KOSPI masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
