FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada awal perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, setelah dua hari sebelumnya mengalami pelemahan. Penguatan ini ditopang oleh sejumlah saham unggulan, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat kenaikan signifikan. BBCA menjadi salah satu motor penggerak utama yang mendorong IHSG ke zona hijau pada sesi pertama perdagangan.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka naik 0,25 persen ke level 5.940, lalu terus melesat hingga mencapai level tertinggi 5.976 pada pukul 09.20 WIB. Pada saat itu, IHSG tercatat menguat 0,80 persen atau 47,565 poin ke posisi 5.973,541. Sebagian besar sektor saham menghijau, dengan sektor keuangan naik 0,68 persen dan sektor teknologi melesat 0,93 persen. Saham BBCA sendiri bertambah 2,1 persen menjadi Rp6.100 per saham, setelah dibuka di level Rp6.000. Volume perdagangan BBCA mencapai 231.458 saham dengan nilai transaksi Rp140,7 miliar, menjadikannya salah satu saham paling aktif diperdagangkan.
Kenaikan BBCA ini tidak lepas dari aksi beli asing yang cukup deras. Pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp5,9 miliar, dengan saham BBCA menjadi salah satu yang paling banyak dibeli asing bersama ASII, TINS, BRMS, dan ENRG. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya menyebutkan bahwa jika IHSG mampu break di atas level 5.950, indeks berpeluang melanjutkan kenaikan ke rentang 5.980-6.000. Namun, ia juga mengingatkan bahwa selama IHSG belum mampu menembus level 6.000, potensi koreksi masih terbuka lebar menuju support di 5.770.
Sementara itu, pergerakan bursa global masih memberikan tekanan. Wall Street ditutup turun pada perdagangan Selasa, dengan indeks Nasdaq melemah 0,15 persen akibat saham produsen chip yang kembali tertekan. Investor juga mencermati hasil kinerja kuartalan Citigroup dan bank-bank besar AS lainnya. Di Asia, bursa Asia-Pasifik bergerak beragam, dengan Nikkei Jepang merosot 1,8 persen, sementara Hang Seng Hong Kong menguat tipis 0,3 persen. Kondisi ini membuat pasar domestik masih berada dalam fase fluktuatif, namun penguatan BBCA dan beberapa saham lainnya mampu menahan laju pelemahan lebih dalam.
Selain BBCA, saham-saham lain yang turut mendorong IHSG antara lain PTBA yang naik 3,99 persen, ADRO yang bertambah 2,3 persen, dan DSSA yang meskipun sempat melemah, masih diperdagangkan aktif. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 204.154 kali dengan volume 5 miliar saham dan nilai transaksi Rp1,3 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di kisaran 17.895, memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
Dalam jangka pendek, para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi, namun juga tidak melewatkan peluang akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat seperti BBCA. Dengan dukungan aksi beli asing dan kinerja keuangan yang solid, BBCA dinilai masih memiliki prospek cerah di tengah volatilitas pasar. Pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada sentimen global dan kemampuan indeks menembus level resisten psikologis 6.000.
Kesimpulannya, penguatan IHSG pada hari ini tidak terlepas dari kontribusi signifikan saham BBCA yang mencatat kenaikan harga dan volume transaksi tinggi. Meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian global, optimisme investor terhadap saham perbankan dan sektor-sektor unggulan lainnya diyakini mampu menjaga momentum positif. Investor disarankan untuk mencermati level support dan resisten yang telah diidentifikasi, serta tetap selektif dalam memilih saham.











