Dorong Literasi Keuangan, Industri Multifinance Gelar Edukasi di Bali

literasi keuangan
literasi keuangan

FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Industri perusahaan pembiayaan atau multifinance di Indonesia terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Multifinance Day 2026 oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Bali pada 9-11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen industri dalam memperluas akses pembiayaan yang beriringan dengan pemahaman masyarakat terhadap manfaat, biaya, risiko, serta kewajiban dari penggunaan layanan keuangan.

Multifinance Day 2026 diikuti oleh 26 perusahaan pembiayaan, termasuk PT Akulaku Finance Indonesia. Perusahaan ini turut berpartisipasi sebagai bentuk komitmen meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan. Dalam acara tersebut, Akulaku Finance menghadirkan booth interaktif untuk memperkenalkan layanan Akulaku PayLater serta mengedukasi pengunjung tentang pentingnya menggunakan fasilitas pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menegaskan bahwa akses terhadap layanan pembiayaan harus diiringi edukasi yang memadai. “Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak serta menggunakan fasilitas pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Senin (12/10/2026).

Upaya mendorong literasi keuangan juga datang dari para praktisi. Aktor sekaligus praktisi keuangan, Adrian Maulana, membagikan tujuh aturan keuangan yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengelola gaji, mempersiapkan masa depan, dan membangun investasi. Aturan tersebut mencakup pembagian penghasilan bulanan, penyiapan dana darurat, pengelolaan biaya tempat tinggal dan kendaraan, hingga waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan nilai investasi.

Aturan pertama yang disarankan Adrian adalah aturan 50-30-20, yakni membagi penghasilan menjadi tiga pos utama: 50% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk masa depan. “Intinya, sisihkan dulu, baru belanjakan,” ujarnya. Aturan kedua berkaitan dengan aturan 4% untuk dana pensiun, di mana seseorang dapat menarik 4% dari dana pensiun setiap tahun untuk menopang kebutuhan. Aturan ketiga adalah menyiapkan dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran sebagai penyangga keuangan saat menghadapi kondisi tidak terduga.

Sementara itu, industri jasa keuangan juga mempererat hubungan antarlembaga melalui ajang olahraga. Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026 resmi berakhir pada 10 Oktober 2026 setelah berlangsung sejak 3 Agustus 2026. Kompetisi ini mempertandingkan cabang olahraga bola basket dan bola voli yang diikuti oleh berbagai institusi di industri jasa keuangan. Selain menjadi ajang persaingan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi regulator dan pelaku industri untuk memperluas jejaring serta membangun komunikasi dalam suasana positif.

Acara penutupan dihadiri oleh Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rudi S. Susetyo, serta sejumlah pimpinan institusi lainnya. Bank Mandiri meraih juara Bola Basket Divisi 1 dan Divisi Putri, Kementerian Keuangan menjadi juara Bola Basket Divisi 2, Bank Jateng meraih juara Bola Basket Divisi 3, sementara BCA menjadi juara cabang olahraga bola voli.

bank bjb selaku sponsor utama menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, regulator, institusi jasa keuangan peserta, panitia pelaksana, tenaga medis, serta pihak-pihak lain yang telah mendukung penyelenggaraan. Melalui kegiatan olahraga, komunikasi dan kebersamaan dapat terbangun dalam suasana informal dengan tetap menjunjung profesionalisme dan sportivitas.

Kesimpulannya, berbagai inisiatif dari industri multifinance, praktisi keuangan, dan regulator menunjukkan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sektor jasa keuangan nasional. Dengan edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas lembaga, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *