Langkah Berani Haji Isam: Gadai Saham PGUN dan JARR ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Emiten

Langkah Berani Haji Isam: Gadai Saham PGUN dan JARR ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Emiten
Langkah Berani Haji Isam: Gadai Saham PGUN dan JARR ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Emiten

FaktaHari – 11 Oktober 2026 | PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) akhirnya buka suara terkait penggadaian seluruh saham milik tiga pemegang saham pengendali yang berafiliasi dengan taipan Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Langkah ini memicu perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) karena jumlah saham yang digadaikan mencapai 92,38 persen dari total saham PGUN, atau setara 5,29 miliar lembar saham. Transaksi ini merupakan bagian dari fasilitas kredit yang diterima oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam.

Dalam surat tanggapan resmi kepada BEI pada 9 Oktober 2026, Direktur PGUN, Tamlikho, menjelaskan bahwa akta gadai saham tersebut ditandatangani pada 28 September 2026. Sebelumnya, pada Agustus 2026, ketika BEI meminta penjelasan terkait volatilitas harga saham PGUN, manajemen menyatakan belum ada keputusan formal maupun kepastian hukum mengenai rencana tersebut. “Komunikasi awal pada Agustus 2026 masih bersifat penjajakan internal oleh pemegang saham dan belum menjadi fakta material yang wajib diungkapkan,” tulis Tamlikho dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/10/2026).

PGUN menegaskan bahwa perseroan tidak terlibat dalam proses negosiasi, pengajuan, maupun penerimaan fasilitas kredit dari Bank Mandiri. Seluruh proses dilakukan langsung antara PT Jhonlin Baratama selaku debitur dan pihak bank. Perseroan juga tidak menjadi debitur, tidak memberikan jaminan atas fasilitas tersebut, dan tidak akan menerima aliran dana kredit. Fluktuasi harga saham PGUN pada Agustus 2026, menurut manajemen, sepenuhnya merupakan mekanisme pasar yang dipengaruhi persepsi investor dan aktivitas perdagangan di BEI, bukan akibat dari rencana gadai saham.

Langkah Haji Isam menggadaikan saham PGUN dan JARR (PT Jhonlin Agro Raya Tbk) ke Bank Mandiri merupakan langkah strategis untuk mendapatkan likuiditas tanpa mengalihkan kepemilikan saham. Di JARR, saham yang digadaikan mencapai 7,99 miliar lembar atau 86,64 persen, sementara di PGUN mencapai 2,2 miliar lembar atau 38,39 persen. Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Fauzan Luthfi Djamal, menyoroti bahwa opsi untuk menjual saham tersebut secara praktis tidak tersedia karena porsi saham publik yang sangat kecil—hanya 2,70 persen di JARR dan 0,07 persen di PGUN. Nilai blok saham yang dijaminkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 64,7 triliun, sementara nilai transaksi harian kedua saham hanya sekitar Rp 71,7 miliar.

Selain itu, Haji Isam juga baru saja mengakuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari keluarga Low Tuck Kwong melalui PT Jhonlin Baratama. Akuisisi ini menambah portofolio bisnisnya di sektor sumber daya alam. Dengan langkah gadai saham ini, Haji Isam tampaknya berupaya memperkuat likuiditas tanpa kehilangan kendali atas perusahaan-perusahaannya. Meski demikian, risiko tetap ada, termasuk potensi dampak terhadap harga saham jika terjadi wanprestasi.

Kesimpulannya, langkah Haji Isam menggadaikan saham PGUN dan JARR ke Bank Mandiri merupakan strategi pendanaan yang berani dan terukur. Meski menuai sorotan dari regulator, emiten memastikan bahwa langkah ini tidak berdampak langsung pada operasional perusahaan. Ke depan, publik dan investor akan terus memantau perkembangan bisnis grup Haji Isam, terutama setelah akuisisi besar di BYAN dan langkah pendanaan melalui gadai saham.

Exit mobile version