IHSG Melonjak 1,04% ke 6.093,75, BBRI Ikut Menguat di Tengah Aksi Jual Asing

BBRI
BBRI

FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Jakarta – Pasar modal Indonesia mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,04 persen atau 62,47 poin ke level 6.093,75, setelah sehari sebelumnya melemah 1,88 persen. Penguatan ini didorong oleh aksi beli di sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang ikut menghijau meskipun investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih terhadap saham BBRI sebesar Rp207,28 miliar pada hari yang sama.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif. Setelah dibuka di zona hijau pada level 6.039,01, indeks sempat tertekan ke level 6.019,15 atau turun 0,2 persen. Namun, memasuki sesi kedua, sentimen positif kembali menguat dan IHSG berhasil ditutup di level tertinggi hariannya. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.724 triliun, dengan 381 saham menguat, 238 saham melemah, dan 172 saham stagnan.

Saham BBRI menjadi salah satu motor penggerak indeks. Meskipun data menunjukkan aksi jual asing yang cukup besar, saham bank pelat merah ini tetap ditutup di zona hijau. Aksi jual asing sebesar Rp207,28 miliar tersebut tidak mampu menahan laju kenaikan BBRI berkat kuatnya permintaan domestik. Hal ini mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental BBRI yang solid, terutama di tengah prospek pemulihan ekonomi nasional.

Selain BBRI, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga mencatatkan penguatan. Ketiga saham ini kompak naik dan memberikan kontribusi positif bagi IHSG. Kenaikan TLKM dipicu oleh ekspansi infrastruktur digital, sementara BUMI didorong oleh kenaikan harga komoditas batubara global.

Dari sisi regional, sentimen eksternal juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Indeks di bursa Asia mayoritas menguat, seiring dengan meredanya kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan AS. Investor asing yang sempat melakukan aksi jual di saham BBRI dan sejumlah emiten lainnya diperkirakan akan kembali masuk jika kondisi global semakin kondusif.

Analis pasar modal menilai bahwa penguatan IHSG dan saham BBRI pada hari ini merupakan sinyal positif bagi kelanjutan tren bullish jangka pendek. Namun, mereka mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi, terutama jika aksi jual asing berlanjut. Fundamental BBRI yang kuat, dengan rasio kredit bermasalah yang rendah dan pertumbuhan laba yang stabil, diyakini mampu menjadi penyangga di tengah tekanan jual asing.

Secara keseluruhan, perdagangan Jumat ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki daya tahan yang baik. Saham BBRI, TLKM, dan BUMI menjadi tiga saham unggulan yang berhasil menarik minat investor. Dengan IHSG yang kini bertengger di level 6.093,75, peluang untuk menembus level 6.200 pada pekan depan terbuka lebar, asalkan tidak ada kejutan negatif dari dalam maupun luar negeri.

Dalam jangka panjang, saham BBRI tetap menjadi pilihan favorit bagi investor yang mengincar dividen dan pertumbuhan stabil. Meskipun ada aksi jual asing, permintaan domestik yang kuat menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap emiten BUMN ini masih tinggi. Pasar akan terus memantau pergerakan BBRI dan saham-saham lainnya sebagai indikator sentimen investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Exit mobile version