Luky Alfirman Kembali ke Kemenkeu: Dari Kontroversi Hingga Pelantikan

Luky Alfirman Kembali ke Kemenkeu: Dari Kontroversi Hingga Pelantikan
Luky Alfirman Kembali ke Kemenkeu: Dari Kontroversi Hingga Pelantikan

FaktaHari – 03 Oktober 2026 | Luky Alfirman, nama yang kini kembali menjadi perbincangan hangat di Kementerian Keuangan, baru saja dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sosok ini sebelumnya dikenal sebagai Direktur Jenderal Anggaran yang sempat dicopot oleh mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akibat kisruh terkait pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).

Pengangkatan Luky Alfirman ke posisi Wamenkeu dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat soliditas internal kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Y. Sri Susilo, menilai bahwa pengalaman panjang Luky di Kementerian Keuangan menjadi pertimbangan utama dalam penunjukan ini. Menurutnya, Suahasil Nazara yang telah lama bekerja di lingkungan Kemenkeu tentu memahami rekam jejak dan kemampuan Luky.

Keputusan Presiden Prabowo untuk melantik Luky Alfirman, meski sempat dicopot karena kontroversi, menandai harapan baru bagi Kemenkeu. Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan, Prastowo Yustinus, turut angkat bicara mengenai tudingan yang diarahkan kepada Luky terkait pengadaan motor listrik. Melalui akun media sosialnya, Prastowo meminta Luky memaafkan pihak-pihak yang menudingnya. Ia juga memberikan dukungan moral kepada Luky, menyebutnya sebagai sosok yang profesional dan berintegritas.

Kini, Luky Alfirman memulai tugas barunya sebagai salah satu dari tiga Wakil Menteri Keuangan, mendampingi Suahasil Nazara bersama Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Tugas besar menanti mereka, terutama dalam memaksimalkan ruang fiskal yang terbatas untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Kembalinya Luky Alfirman ke jajaran pimpinan Kemenkeu tidak hanya menjadi topik hangat di kalangan birokrat, tetapi juga menarik perhatian publik yang penasaran dengan perjalanan karier dan latar belakangnya. Luky, yang lahir di Bandung pada 27 Maret 1970, memiliki karier panjang sebagai pegawai Kementerian Keuangan, menjadikannya sosok berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan.

Terlepas dari kontroversi yang pernah melilitnya, pengangkatan kembali Luky Alfirman diharapkan dapat membawa angin segar bagi Kementerian Keuangan, dengan harapan peningkatan kinerja dan pencapaian target-target strategis pemerintah dapat tercapai. Penunjukan ini juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam tim, terutama di sektor keuangan yang menjadi tulang punggung kebijakan ekonomi negara.

Exit mobile version