FaktaHari – 16 Juli 2026 | Bersama PNM Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan. Nuraenun, atau yang akrab disapa Ainun, adalah seorang Account Officer PNM Mekaar yang bertugas di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa memiliki mimpi besar dan mewujudkannya, meskipun lingkungan sekitar seringkali meremehkan pendidikan perempuan.
Ainun tumbuh di kampung yang masih memegang teguh pandangan tradisional tentang perempuan. Setelah lulus SMA, banyak tetangga dan kerabat yang menganggap bahwa jalan terbaik bagi perempuan adalah menikah. “Di kampung saya, orang bilang ijazah SMA ujung-ujungnya di KUA,” kenang Ainun. Namun, ia memiliki tekad kuat untuk bekerja, mandiri, dan membantu keluarganya. Kesempatan datang pada awal 2023 saat ia melihat brosur rekrutmen PNM Mekaar di grup WhatsApp alumni sekolahnya. Tanpa banyak berharap, ia mendaftar dan beberapa hari kemudian dipanggil mengikuti pelatihan.
Perjuangan Ainun tidak mudah. Ibunya harus meminjam motor tetangga untuk mengantarnya ke tempat pelatihan karena keluarga belum memiliki kendaraan. Di perjalanan, Ainun mendengar ibunya berpesan kepada sang tante untuk menjaganya, karena ia lebih memilih bekerja daripada menikah sesuai rencana keluarga. Saat itu, ayahnya sedang sakit dan kondisi ekonomi sulit. Kalimat ibunya menjadi titik balik bagi Ainun. Ia menyadari bahwa langkahnya bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga membawa harapan besar bagi keluarganya.
Sejak resmi bergabung dengan PNM pada 23 Maret 2023, Ainun tidak hanya mendapatkan pekerjaan. PNM menjadi wadah baginya untuk bertumbuh, belajar menghadapi tantangan, dan mewujudkan mimpi yang selama ini ia perjuangkan. Ia menghabiskan hari-harinya mendampingi kelompok nasabah PNM Mekaar, bertemu para ibu pelaku usaha kecil, dan menyaksikan langsung semangat para perempuan untuk bangkit. Bersama PNM Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan, karena ia tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga menginspirasi banyak orang.
Tiga tahun berlalu, kini Ainun mampu membantu biaya pengobatan ayahnya yang menjalani kemoterapi rutin. Namun, pencapaian terbesar baginya bukanlah penghasilan, melainkan perubahan cara pandang masyarakat di kampungnya. Ijazah SMA yang dulu dianggap hanya berakhir di KUA, kini menjadi awal perjalanan untuk berkarya dan memberi manfaat. “Dari nasabah saya belajar. Sedikit atau banyak rezeki harus tetap disyukuri karena semua sudah diatur sesuai porsinya,” ujar Ainun.
Ainun adalah satu dari lebih 43 ribu Account Officer PNM yang setiap hari mendampingi jutaan perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia. Kisahnya membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui PNM tidak hanya membuka peluang bagi nasabah, tetapi juga bagi para pendampingnya. Bersama PNM Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan, dan hal ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan kerja keras dapat mengubah stigma sosial.
Melalui program PNM Mekaar, para perempuan di kampung kini mulai melihat bahwa perempuan bisa mandiri dan sukses tanpa harus bergantung pada pernikahan. Ainun berharap kisahnya dapat memotivasi perempuan lain untuk mengejar mimpi mereka. “Jangan pernah menyerah pada keterbatasan. Selalu ada jalan jika kita berusaha,” pesannya.







