FaktaHari – 25 Oktober 2026 | Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kegiatan berskala besar terdaftar dan berhasil memecahkan rekor dalam sepekan terakhir. Mulai dari pembagian 15.000 produk skincare gratis di Subang, pelatihan 10.000 khatib serentak oleh IKADI, hingga catatan MURI dalam puncak Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026, semua menunjukkan geliat masyarakat dalam mencetak prestasi unik. Fenomena ini membuktikan bahwa muri bukan sekadar lembaga pencatat rekor, tetapi juga penggerak kreativitas dan kolaborasi lintas sektor.
Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, jenama kecantikan MNSkin memeriahkan konser Nyanyian Fest pada Sabtu (24/10/2026) dengan membagikan 15.000 produk skincare secara gratis kepada penonton. Aksi tersebut didaftarkan ke MURI dalam kategori pembagian produk skincare gratis terbanyak saat peluncuran. Pemilik MNSkin, Mia Nurma, menyatakan bahwa peluncuran brand harus menjadi momen berbagai pengalaman dengan konsumen. “Saya ingin perjalanan MNSkin dimulai dengan sesuatu yang bisa dirasakan bersama,” ujarnya. Persiapan brand ini bahkan melibatkan perjalanan ke China dan Thailand, serta mengusung tagar “Your Glow Your Skin Your Story”.
Sementara itu, di Jakarta, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menggelar pelatihan 10.000 khatib secara serentak di berbagai daerah pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor MURI dan menjadi bagian dari rangkaian Pra-Musyawarah Nasional (Munas) IV IKADI 2026. Ketua Umum PP IKADI, Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memoles kapasitas dai agar narasi dakwah lebih mencerahkan dan relevan dengan tantangan zaman. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, public speaking, retorika dakwah, hingga praktik khutbah.
Tak hanya itu, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) juga menorehkan catatan MURI dalam puncak HEKRAFNAS 2026 di Sampoerna Strategic Building, Jakarta. Acara yang mengusung tema “Rekacipta” ini diawali dengan doa bersama dan penggalangan donasi untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menyebut doa bersama digelar di tujuh provinsi dan 17 negara perwakilan GEKRAFS. Kehadiran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Di sisi lain, MURI juga mencatat rekor dari sektor kuliner. Pertamina Patra Niaga memecahkan rekor MURI lewat penyajian 8.100 porsi ayam kecap nusantara. Rekor ini menambah daftar panjang pencapaian muri di berbagai bidang, mulai dari sosial, keagamaan, ekonomi kreatif, hingga gastronomi. Antusiasme masyarakat dalam meraih rekor MURI menunjukkan bahwa kreativitas dan semangat kolaborasi terus tumbuh di Indonesia.
Namun, di tengah gemerlap pencapaian rekor, masih ada persoalan mendasar yang luput dari perhatian. Di Budapest, Rumania, sebuah studi mengungkap bahwa 6.500 orang bisa meninggal jika terjadi gempa bumi magnitudo 7 akibat bangunan dengan risiko seismik tinggi yang belum direnovasi. Sementara itu, kisah Joseph Philippe Lemercier Laroche, satu-satunya penumpang keturunan Afrika-Haiti di Titanic, kembali diingat melalui pameran di Liverpool. Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik rekor dan prestasi, ada isu kemanusiaan dan sejarah yang perlu terus diperhatikan.
Dengan berbagai capaian tersebut, MURI membuktikan perannya sebagai katalisator kreativitas bangsa. Ke depan, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk menciptakan rekor-rekor baru yang tidak hanya spektakuler, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. MURI bukan sekadar piagam, melainkan cermin semangat kolektif untuk terus berinovasi dan berkontribusi.











