FaktaHari – 24 Oktober 2026 | Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan kembali menjadi sorotan publik. Dalam sepekan terakhir, ia menunjukkan dua sisi kepemimpinan yang berbeda namun saling melengkapi: sebagai penjamin keamanan investasi dan sebagai polisi yang humanis di tengah massa aksi. Langkah Roy Hardi Siahaan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
Pada Jumat (23/10/2026), Roy Hardi Siahaan menghadiri Forum Investasi Jawa Tengah yang merupakan rangkaian acara detikJateng-Jogja Awards 2026 di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang. Dalam forum tersebut, ia menegaskan komitmen Polda Jawa Tengah untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. “Kami dari pihak kepolisian, Polda Jawa Tengah dengan kebijakan yang saya lakukan kepada Jawa Tengah adalah bagaimana saya akan menindak tegas terkait dengan semua kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar Roy Hardi Siahaan.
Lebih lanjut, Roy Hardi Siahaan menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengawal kelancaran investasi dan usaha di Jawa Tengah. Kerja sama tersebut salah satunya dengan Kementerian ATR/BPN untuk pengurusan lahan. Selain itu, polisi juga akan turun langsung melakukan pendampingan. “Kami berusaha untuk bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini Kementerian ATR/BPN pada awalnya. Oleh karena itu nanti kita lakukan pendampingan setiap satu kegiatan,” terangnya. “Nanti ini pekerjaan-pekerjaan khusus, nanti dilakukan oleh pihak kepolisian yaitu khususnya di polres-polres nanti yang kita akan jadikan satu proyek tempat dunia usaha,” lanjut Roy Hardi Siahaan.
Roy Hardi Siahaan juga menyampaikan pesan dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait antisipasi kejahatan di dunia kerja. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peredaran narkoba di lingkungan pekerja yang bisa terjadi di beberapa lingkungan usaha. “Bapak Kapolri concern sekarang beberapa kejahatan yang tentunya ini kita harus antisipasi. Salah satunya peredaran narkoba yang ada di lingkungan pekerja dan ini bisa terjadi di beberapa lingkungan usaha,” tutur Roy Hardi Siahaan.
Forum Investasi Jawa Tengah sendiri menjadi ajang diskusi penting bagi para pemangku kepentingan. Acara ini mengangkat tema “Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”. Hadir sebagai pembicara, Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Ir. Budi Santoso yang mewakili Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Data menunjukkan realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 88,50 triliun sepanjang 2025, meningkat 28 persen dibanding tahun sebelumnya, dan mampu menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja.
Di sisi lain, Roy Hardi Siahaan juga menuai pujian karena pendekatan humanisnya saat menemui massa aksi Aliansi Mahasiswa Semarang Raya pada Kamis (22/10/2026). Tanpa pengawalan dan tanpa suara tinggi, ia turun langsung menemui mahasiswa di Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang. Ia mengajak mahasiswa menjaga ketertiban serta menegaskan komitmen Polri menghormati hak menyampaikan pendapat.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan apresiasi atas langkah tersebut. “Saya mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Kapolda Jateng kepada massa aksi. Ini wujud nyata slogan pak Kapolri, yaitu polisi bersama masyarakat. Tanpa pengawalan, tanpa suara tinggi, betul-betul hanya memberikan pengarahan agar massa aksi damai,” kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, polisi harus menjadi garda terdepan penjamin kebebasan berpendapat. “Semua orang berhak menyuarakan pendapat, dan itu dijamin oleh UU,” ujarnya.
Sahroni juga berharap semua Polda menerapkan pendekatan humanis serupa. “Saya harap semua Polda juga melakukan pendekatan-pendekatan humanis kepada massa aksi di wilayahnya masing-masing. Tidak perlu ada tindakan berlebih, terutama untuk aparat di lapangan. Jika ada demo menyuarakan pendapat, biarkan saja, itu hak warga negara. Tidak boleh dilarang dan tidak boleh mendapat represi. Semua sama-sama berharap untuk kebaikan negeri,” pungkas Sahroni.
Dengan kombinasi antara penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan dan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban, Roy Hardi Siahaan menunjukkan bahwa Polri dapat berperan sebagai pelindung masyarakat sekaligus pendukung iklim investasi yang kondusif. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi jajaran kepolisian di daerah lain dalam menjalankan tugasnya.
