Berita  

CCTV Jadi Andalan Baru: Dari Dapur MBG hingga Kasus Viral, Ini Faktanya

CCTV Jadi Andalan Baru: Dari Dapur MBG hingga Kasus Viral, Ini Faktanya
CCTV Jadi Andalan Baru: Dari Dapur MBG hingga Kasus Viral, Ini Faktanya

FaktaHari – 22 Oktober 2026 | Keberadaan kamera pengawas atau cctv semakin menunjukkan perannya yang krusial di berbagai sektor. Mulai dari pengawasan program pemerintah, penindakan kriminal, hingga sorotan viral di media sosial, teknologi ini tak lagi sekadar alat keamanan pasif. Baru-baru ini, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menguji coba sistem pemantauan terpusat untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memanfaatkan cctv yang terhubung ke pusat dan diperkuat kecerdasan buatan (AI).

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa uji coba ini melibatkan sekitar 70 dapur. Selama ini, setiap dapur MBG sebenarnya sudah dilengkapi cctv, namun rekamannya hanya dikonsumsi secara internal. “Kami sedang piloting, ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting, untuk cctv-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence, sehingga kita bisa memonitor SOP,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Pengawasan tersebut mencakup tahapan operasional mulai dari persiapan bahan, pengolahan makanan, hingga pencucian ompreng. AI digunakan untuk membantu memastikan prosedur standar dijalankan sesuai ketentuan. Meski demikian, sistem ini belum diterapkan secara menyeluruh dan masih dalam tahap evaluasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membenahi MBG, terutama terkait keamanan pangan dan mutu makanan, seiring dengan uji coba metode penyajian prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 10 provinsi.

Sementara itu, di Karangasem, Bali, cctv justru menjadi elemen kunci dalam penyelidikan kasus pencurian di Paborito Coffee. Pada Rabu (21/10/2026), sejumlah barang berharga raib setelah pelaku diduga merusak kamera cctv yang terpasang. Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono menyatakan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tukang parkir yang melihat kotak donasi telah hilang dan pintu depan rusak. Barang yang hilang meliputi tablet, kamera, printer, monitor komputer, dan laci kasir berisi uang sekitar Rp1,1 juta. “Diduga sebelum melancarkan aksinya, pelaku merusak kamera cctv yang terpasang. Karena berdasarkan pemeriksaan cctv-nya rusak,” kata Artono. Polisi masih menyelidiki dan akan memeriksa rekaman cctv di sepanjang jalan untuk mengidentifikasi pelaku.

Di dunia maya, sebuah rekaman cctv yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap balita di dalam lift di Malaysia menjadi viral. Video yang disebut terjadi di kawasan Alor Setar itu memicu keprihatinan warganet. Namun, lokasi pasti dan identitas pihak yang terlibat belum terverifikasi. Dalam narasi yang beredar, seorang pria terlihat menendang stroller yang diduduki anak, sementara seorang perempuan diduga melakukan tindakan kasar. Publik menuntut penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keselamatan anak-anak.

Kasus lain yang juga menyita perhatian adalah rekaman cctv di masjid yang memperlihatkan momen ajudan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, terlibat kontak fisik dengan seorang mahasiswa. Anggota Tim Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno, menilai rekaman berdurasi 5 menit 9 detik itu perlu dilihat secara utuh. Ia menegaskan bahwa tindakan Asky (ajudan) yang terpancing emosi adalah kesalahan, namun provokasi awal dari mahasiswa juga perlu diperhatikan. Sudarno tidak melihat adanya perampasan handphone dalam rekaman tersebut. Asky telah diproses oleh Propam Polda Kaltim dan menyampaikan permintaan maaf.

Di sisi lain, masyarakat semakin dimudahkan dalam memantau rumah dan tempat usaha dengan hadirnya cctv WiFi. Berbagai produk menawarkan fitur canggih seperti rotasi pan-tilt 360 derajat, auto motion tracking, night vision, dan audio dua arah. Dengan koneksi internet dan smartphone, pemantauan real-time dapat dilakukan dari mana saja. Hal ini menunjukkan bahwa cctv telah berevolusi dari alat keamanan konvensional menjadi solusi serbaguna yang mendukung transparansi, penegakan hukum, dan keamanan personal.

Dari uraian tersebut, terlihat bahwa cctv memainkan peran ganda: sebagai alat pengawasan kebijakan publik, bukti dalam penyelidikan kriminal, hingga sarana verifikasi peristiwa viral. Pemanfaatan AI pada sistem cctv di dapur MBG menandai babak baru pengawasan berbasis teknologi. Namun, tantangan seperti perusakan perangkat dan verifikasi konten tetap ada. Ke depan, integrasi cctv dengan teknologi cerdas diprediksi akan semakin masif, menuntut kesiapan regulasi dan kesadaran akan privasi. Masyarakat pun diharapkan bijak dalam menggunakan dan menanggapi informasi dari rekaman cctv.

Exit mobile version