FaktaHari – 22 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-20, Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 16.20 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Kepergian Subagyo Hadi Siswoyo meninggalkan duka mendalam bagi negara, terutama institusi TNI Angkatan Darat yang pernah dipimpinnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin langsung upacara pemakaman Subagyo Hadi Siswoyo di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Agus memimpin prosesi penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan pengabdian TNI Angkatan Darat.
Sebelum dimakamkan, jenazah Subagyo Hadi Siswoyo disemayamkan di Ruang Jatikusumo, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir di Mabesad untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. Setibanya di Mabesad, Prabowo disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Presiden Prabowo tampak mendekati jenazah dan memanjatkan doa dalam suasana khidmat. Usai memberikan penghormatan, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga inti almarhum dengan menyalami satu per satu anggota keluarga. Presiden juga menyalami para pelayat yang hadir, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto.
Setelah prosesi persemayaman, jenazah Subagyo Hadi Siswoyo disalatkan di Masjid At-Taqwa Mabesad. Doa para prajurit TNI mengiringi kepergian almarhum sebelum jenazah dilepas untuk diberangkatkan menuju TMPNU Kalibata. Upacara pelepasan jenazah dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan, Jenderal TNI Richard Tampubolon.
Di TMPNU Kalibata, upacara pemakaman militer berlangsung khidmat. Prosesi diawali dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum dan dilanjutkan dengan apel Persada sebagai penghormatan terakhir negara dan institusi TNI. Suasana semakin haru ketika KSAD, KSAL, dan KSAU bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak melaksanakan pelipatan Bendera Merah Putih yang sebelumnya menyelimuti peti jenazah. Dentuman tembakan salvo kemudian mengiringi prosesi penghormatan sebelum jenazah dikebumikan. Prosesi ditutup dengan tabur bunga oleh keluarga, disusul peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara di pusara almarhum.
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Subagyo Hadi Siswoyo. Ia menilai almarhum sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk negara, terutama melalui pengabdian panjang di lingkungan TNI. “Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini,” kata Prasetyo dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).
Subagyo Hadi Siswoyo merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1970. Perwira jebolan Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini memiliki rekam jejak karier yang gemilang. Pada tahun 1994–1995, ia menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dengan pangkat mayor jenderal. Di posisi itulah Subagyo menjadi komandan Prabowo yang saat itu berpangkat bintang satu sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi KSAD pada Februari 1998 hingga November 1999, mengemban tugas pada masa tiga presiden, yakni Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid. Setelah menuntaskan karier militernya, Subagyo juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Januari 2015 hingga 20 Oktober 2019.
Kepergian Subagyo Hadi Siswoyo meninggalkan jejak pengabdian dan keteladanan yang diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya prajurit TNI, dalam menjaga kehormatan serta menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara. TNI menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak berhenti pada masa kedinasan, tetapi juga meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan penuh penghormatan, TNI mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Rangkaian upacara yang khidmat menjadi penanda perpisahan sekaligus penghargaan atas perjalanan hidup dan pengabdian Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo kepada TNI AD dan bangsa Indonesia. Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdian dan darma baktimu kepada bangsa dan negara.









