FaktaHari – 21 Oktober 2026 | Jakarta – Nama Alexandr Wang kembali menjadi sorotan. Chief AI Officer Meta itu mengungkap sisi lain dari Mark Zuckerberg yang membuatnya takjub, yakni kebiasaan bosnya tersebut membalas pesan WhatsApp dengan sangat cepat dan mendetail. Dalam wawancara di podcast Founders, Alexandr Wang menceritakan pengalamannya sebelum bergabung dengan Meta pada tahun lalu. Saat itu, ia sesekali menghubungi Zuckerberg untuk meminta nasihat bisnis. Sebelum berkarier di Meta, Wang merupakan CEO dan salah satu pendiri Scale AI, startup data pelatihan AI yang mengantarkannya menjadi miliarder pada usia 24 tahun di 2021.
Zuckerberg disebut membalas pertanyaan-pertanyaan Wang melalui WhatsApp dengan sangat rinci. “Saya benar-benar bingung. Saya bertanya-tanya, bagaimana ia punya waktu untuk menulis balasan sepanjang ini?” ujar Wang, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (19/10/2026). Wang akhirnya menyadari bahwa Zuckerberg telah mengasah kemampuan menulis dengan cepat dan presisi. Menurutnya, Zuckerberg mampu bertindak cepat tanpa mengorbankan kualitas. “Ia bisa menulis jawaban yang sangat cermat dan panjang dengan sangat cepat. Itu adalah keterampilan yang sangat mengesankan dari dirinya,” kata pemuda berusia 29 tahun itu.
Wang menilai jadwal Zuckerberg sangat padat, sehingga penentuan prioritas menjadi kunci. Hal ini tidak hanya untuk pekerjaannya sebagai CEO, tetapi juga untuk menjaga waktu bagi keluarganya. “Satu-satunya cara agar ia bisa melakukan semua itu, sekaligus menjadi ayah dan pasangan yang baik serta melakukan berbagai hal lainnya, adalah dengan menetapkan prioritas secara tegas,” ujar Wang.
Kekaguman Alexandr Wang terhadap Zuckerberg bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian. Di sisi lain, Zuckerberg juga sempat mengomentari kebiasaan Wang yang dianggapnya ‘gila’ di media sosial. Dalam sebuah kesempatan, Zuckerberg mengaku terhibur setiap kali membuka Twitter dan melihat unggahan Wang. “Itu selalu membuat saya tertawa,” ujarnya. Komentar tersebut menunjukkan hubungan akrab antara keduanya, meskipun gaya komunikasi mereka berbeda.
Pada 19 Oktober 2026, Alexandr Wang juga membagikan foto bersama dua mantan intern Hudson River Trading (HRT), Jeff dan Scott Wu. Ketiganya pernah mengikuti program magang pertama di perusahaan perdagangan kuantitatif tersebut. Wang kemudian mendirikan Scale AI yang diakuisisi Meta dan menjadikannya Chief AI Officer. Jeff mendirikan Hyperliquid, sementara Scott mendirikan Cognition, perusahaan AI yang baru-baru ini mendapat investasi dari a16z. Foto tersebut menjadi bukti jaringan talenta muda yang semakin menghubungkan dunia AI dan kripto.
Perjalanan karier Alexandr Wang memang terbilang luar biasa. Ia menjadi miliarder di usia muda berkat Scale AI, lalu dipercaya memimpin divisi AI Meta. Kemampuannya beradaptasi dan belajar dari sosok seperti Zuckerberg menjadi salah satu faktor yang membuatnya diperhitungkan di industri teknologi global. Dari cara Zuckerberg membalas pesan hingga gaya unggahannya di media sosial, Wang terus menimba ilmu dari salah satu CEO paling berpengaruh di dunia.
Secara keseluruhan, kisah Alexandr Wang dan Zuckerberg memberikan gambaran tentang pentingnya efisiensi, prioritas, dan komunikasi yang efektif di dunia kerja. Wang tidak hanya mengagumi kecepatan Zuckerberg dalam membalas pesan, tetapi juga belajar bagaimana mengelola waktu dan tetap produktif di tengah kesibukan. Bagi generasi muda yang bercita-cita tinggi, kisah ini bisa menjadi inspirasi bahwa kerja keras, kemampuan beradaptasi, dan kemauan belajar dari mentor terbaik adalah kunci sukses di era digital.











