FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan geliatnya. Jika Anda mencari tontonan menegangkan, film bioskop hari ini menawarkan beragam pilihan menarik, mulai dari horor klasik legendaris hingga karya baru yang mengangkat kearifan lokal. Para pencinta adrenalin diajak bernostalgia dengan deretan film horor jadul yang kisahnya melegenda, sekaligus menyambut kehadiran film “Pirunduk” garapan anak Banua yang siap tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Era 70-an hingga 80-an memang dikenal sebagai masa keemasan sinema mistis Nusantara. Karya-karya lawas ini sukses menebar ketakutan melalui atmosfer kelam, tata rias ikonis, dan cerita mistis kental budaya lokal. Nama mendiang Suzzanna seolah menjadi jaminan mutu bagi tontonan yang sanggup membuat penonton sulit tidur. Berikut beberapa film horor jadul Indonesia yang masih diakui kengeriannya hingga kini dan bisa menjadi referensi tontonan Anda.
1. Pengabdi Setan (1980)
Dirilis oleh Rapi Films dan disutradarai Sisworo Gautama Putra, film ini menjadi tonggak sejarah perfilman mistis Tanah Air. Dibintangi W.D. Mochtar, Siska Widowati, dan Ruth Pelupessy, kisahnya berpusat pada keluarga kaya yang diganggu kekuatan gaib setelah kematian sang ibu. Kehadiran pembantu baru bernama Darminah yang memiliki niat jahat semakin mencekam. Atmosfer kengerian dibangun rapi tanpa mengandalkan jumpscare murahan. Kesuksesan film ini bahkan mendunia melalui distribusi VHS berjudul Satan’s Slave hingga ke Jepang dan Amerika Serikat, serta menginspirasi remake fenomenal oleh Joko Anwar pada 2017.
2. Sundel Bolong (1988)
Masih dari sutradara Sisworo Gautama Putra, film ini dibintangi ratu horor Suzzanna dan Fendy Pradana. Kisahnya berawal dari arwah sundel bolong bernama Suketi yang dibangkitkan dan diubah menjadi manusia oleh seorang dukun agar bisa dinikahi pemuda Jakarta. Kebahagiaan mereka hancur saat saingan bisnis sang suami mencabut paku di kepala Suketi, mengembalikannya menjadi iblis penuntut balas. Perpaduan kisah cinta tragis dan adegan balas dendam kejam menjadi daya tarik utama. Suzzanna dikenal totalitas dengan melakukan ritual kejawen sungguhan sebelum syuting.
3. Beranak Dalam Kubur (1971)
Karya besutan Ali Shahab dan Awaludin ini dibintangi Suzzanna, Mieke Wijaya, dan Dicky Suprapto. Ceritanya menyoroti tragedi seorang kakak perempuan dengki yang tega mengubur adik tirinya hidup-hidup saat hamil tua. Sang adik bangkit dari kematian sebagai hantu beranak dalam kubur untuk membalas dendam. Film ini dianggap pelopor mitos hantu wanita melahirkan di sinema Nusantara. Pencahayaan temaram dan efek kamera kuno justru menciptakan sensasi klaustrofobia yang nyata.
Selain deretan horor klasik tersebut, film bioskop hari ini juga diramaikan oleh “Pirunduk”, film horor terbaru yang mengangkat cerita rakyat Kalimantan Selatan. Film ini digarap dengan melibatkan mayoritas pemain dan kru lokal Banjar. Penulis skenario sekaligus produser Bimasakti Pictures, Budi Ismanto, mengungkapkan bahwa sekitar 95 persen pemain adalah orang Banjar, 60 persen kru berasal dari Tanah Banua, dan seluruh lokasi syuting berada di Tanah Banjar. “Film Pirunduk ini adalah sebuah film yang menurut saya kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Ceritanya mengangkat kisah urban legend di Tanah Banjar,” kata Budi, Senin (19/10/2026).
Disutradarai Billy Christian, “Pirunduk” mengisahkan Siti (Aulia Sarah), perempuan yang menikahi juragan Badarudin (Bucek Depp) demi melunasi utang ayahnya. Pernikahan itu justru menjebak Siti dalam rumah tangga penuh kekerasan. Dalam kondisi terdesak, ia memilih mempelajari ilmu hitam Pirunduk untuk menundukkan suaminya. Gala premier di Jakarta (15/10) lalu mendapat respons positif dari pencinta film Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Selatan. Budi berharap masyarakat Kalsel mendukung film ini dengan menyaksikan di bioskop, karena antusiasme penonton menjadi faktor penting perkembangan industri kreatif daerah.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi menegangkan, film bioskop hari ini menyajikan perpaduan sempurna antara nostalgia horor legendaris dan semangat baru perfilman daerah. Menonton “Pirunduk” di bioskop tidak hanya menghibur, tetapi juga mendukung pengembangan cerita rakyat Nusantara. Sementara itu, maraton film horor jadul dapat menjadi alternatif hiburan akhir pekan yang tak kalah seru. Pastikan pintu rumah terkunci rapat dan siapkan nyali Anda.
Dengan beragam pilihan tersebut, film bioskop hari ini membuktikan bahwa industri film Indonesia terus berinovasi dan melestarikan budaya. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung di bioskop kesayangan Anda dan rasakan terornya di layar lebar.
