FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Cuaca hari ini di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan kondisi yang beragam, mulai dari panas terik hingga hujan ringan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di Bandung Raya mencapai 35 derajat Celsius pada Oktober 2026, sementara Siklon Tropis Champi di Laut Filipina memberikan dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi di perairan Indonesia. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap risiko dehidrasi dan perubahan cuaca ekstrem.
Di Kota Bandung dan sekitarnya, cuaca hari ini masih terasa panas. BMKG mencatat suhu tertinggi selama Oktober 2026 di wilayah Bandung Raya mencapai 35 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan risiko kehilangan cairan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Dehidrasi sering kali tidak langsung terasa, namun dapat ditandai dengan rasa haus, mulut kering, tubuh lemas, pusing, sakit kepala, dan urine berwarna lebih gelap. Untuk itu, masyarakat disarankan tidak menunggu haus untuk minum, memperbanyak asupan cairan saat banyak berkeringat, memilih makanan yang mengandung banyak air seperti buah dan sayur, serta mengurangi minuman yang terlalu manis.
Sementara itu, prakiraan cuaca besok Selasa (20/10/2026) menunjukkan hujan ringan berpotensi turun di 12 kota besar, sementara cuaca kering masih mendominasi. Prakirawan BMKG, Yuyun, menyebut Siklon Tropis Champi memiliki tekanan pusat 935 hPa dengan kecepatan angin tertinggi di dekat pusatnya sekitar 50 meter per detik atau 100 knot. Siklon ini memberi dampak tidak langsung berupa gelombang laut tinggi kategori sedang di Perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan Utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua. Selain itu, sirkulasi siklonik di Laut Andaman, Perairan Utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai awan kumulonimbus di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Samudra Pasifik utara Papua. Penumpang diimbau mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai.
Di Sumatera, hujan ringan berpotensi turun di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu. Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang berpotensi mengalami udara kabur, sedangkan Bandar Lampung berpotensi diselimuti asap atau kabut. Di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Yogyakarta, Mataram, dan Kupang berpotensi mengalami udara kabur. Di Kalimantan, hujan ringan berpotensi turun di Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda, sementara Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi diselimuti asap atau kabut.
Terkait cuaca hari ini, BMKG juga mengevaluasi penggunaan dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan bongkahan es membolongi atap rumah warga di Palembang. Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan ukuran material yang disemai sesuai ketentuan dan pelaksanaan operasi tetap aman bagi masyarakat. Pada uji penyemaian hari pertama, lubang pembuangan material pada pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus. Tim operasional kini telah memasang penyaring dan alat pemecah agar ukuran dry ice yang keluar dari pesawat lebih kecil, sekitar tiga milimeter. BMKG meragukan bongkahan dry ice dapat merusak atap seng karena material yang dijatuhkan dari ketinggian akan mengalami gesekan dengan udara sehingga ukurannya mengecil sebelum mencapai tanah.
Di sisi lain, dampak cuaca hari ini juga terasa di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengizinkan warga non-KTP DKI yang mengalami masalah pernapasan akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk berobat ke fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit milik Pemda DKI, 44 Puskesmas, dan 292 Puskesmas Pembantu disiagakan. Pemprov DKI juga mengaktifkan penyemprotan water mist di 179 perangkat pada 145 gedung, serta terus memantau kualitas udara secara real-time melalui stasiun pemantau dan sensor emisi.
Memperhatikan kondisi cuaca hari ini yang bervariasi, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, terutama di wilayah dengan suhu panas tinggi seperti Bandung. Selain itu, bagi yang berada di daerah terdampak asap karhutla, segera manfaatkan fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan. Tetap pantau informasi cuaca terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi alam yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
