Berita  

Asap Karhutla Sampai Jakarta: Langit Kelabu, Anak Andien Sesak Napas, Pemprov DKI Siagakan Faskes

Asap Karhutla Sampai Jakarta: Langit Kelabu, Anak Andien Sesak Napas, Pemprov DKI Siagakan Faskes
Asap Karhutla Sampai Jakarta: Langit Kelabu, Anak Andien Sesak Napas, Pemprov DKI Siagakan Faskes

FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Fenomena asap karhutla sampai Jakarta menjadi perhatian serius setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lapisan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang terbawa angin hingga ke atmosfer atas wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Pantauan citra satelit Himawari-9 menunjukkan lapisan asap berada di ketinggian sekitar 2 hingga 3 kilometer. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa keberadaan asap di lapisan atas atmosfer belum tentu meningkatkan polusi udara di permukaan yang dihirup masyarakat. “Asap tersebut ‘lewat di atas’ dan belum turun ke udara dekat permukaan,” ujar Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki. Namun, kondisi ini tetap memicu kekhawatiran publik, terlebih setelah sejumlah warganet dan artis mengeluhkan dampaknya.

Salah satu yang merasakan langsung dampak asap karhutla sampai Jakarta adalah putra sulung penyanyi Andien, Kawa. Melalui cuitan di Threads, Andien mengungkapkan bahwa Kawa yang memiliki sistem pernapasan sensitif mengalami kesulitan bernapas hingga tidak bisa tidur. Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warganet yang anaknya mengalami gangguan pernapasan. Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Pak Gubernur sudah memerintahkan minimal kita mengantisipasi, semua rumah sakit, puskesmas harus siap kalau memang terjadi ISPA,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Pemprov DKI juga mengaktifkan kembali metode penyemprotan air dari gedung tinggi (water mist) dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meredam polusi.

Kementerian Kesehatan turut mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan. Juru Bicara Kemenkes Widyawati menyebut kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan perlu mendapat perlindungan ekstra. “Asap karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis,” ujarnya. Sementara itu, di sisi hulu, penanganan karhutla di Kalimantan masih menghadapi tantangan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa hujan alami di Kalimantan Tengah baru diperkirakan turun pada November, sehingga operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi andalan. Namun, OMC terkendala terbatasnya bibit awan yang dapat disemai. Pemerintah juga tengah menguji penggunaan dry ice sebagai metode intervensi kabut asap. Laporan dari Sumatera Selatan menunjukkan jarak pandang meningkat dari 30 meter menjadi 2.800 meter setelah intervensi dry ice, meski efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut.

Meski angin diprediksi tidak lagi bertiup ke Jawa dan paparan asap karhutla sampai Jakarta diperkirakan menurun, kewaspadaan tetap diperlukan. BMKG terus memantau perkembangan lapisan asap dan pengukuran PM2.5 di permukaan. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dan menjaga kesehatan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan dampak asap karhutla sampai Jakarta dapat diminimalkan. Penanganan karhutla di Kalimantan juga menjadi kunci agar kualitas udara di Jawa kembali normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *