Berita  

Asap Karhutla Menyelimuti Langit Indonesia: Dari Lampung Hingga Jakarta, Kesehatan Terancam

Asap Karhutla Menyelimuti Langit Indonesia: Dari Lampung Hingga Jakarta, Kesehatan Terancam
Asap Karhutla Menyelimuti Langit Indonesia: Dari Lampung Hingga Jakarta, Kesehatan Terancam

FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan gangguan aktivitas. Kabut asap yang tebal tidak hanya terjadi di sekitar lokasi kebakaran, tetapi telah menyebar hingga ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap melalui citra satelit dan analisis meteorologi. Kondisi ini diperparah dengan masih aktifnya titik api di beberapa daerah, sehingga asap terus diproduksi dan terbawa angin ke wilayah lain.

Di Lampung Tengah, asap tebal dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Terbanggi Besar menutupi jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) tepatnya di KM 107 dan 131. Akibatnya, terjadi kecelakaan lalu lintas pada Minggu (18/10/2026) yang melibatkan Toyota Rush berwarna putih dan sebuah truk fuso. Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldi Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa kecelakaan terjadi karena jarak pandang yang minim akibat asap tebal. “Benar, ada dua kendaraan yang terlibat kecelakaan akibat asap tebal dari kebakaran TPA di pinggir tol,” kata Zaldi. Pengemudi Toyota Rush menabrak bagian belakang fuso karena tidak dapat melihat dengan jelas. Dua orang dari dalam mobil Rush harus dilarikan ke rumah sakit karena terjepit, namun alhamdulillah selamat.

Dampak asap juga dirasakan di Jakarta. Artis Andien mengungkapkan bahwa anak sulungnya, Kawa, mengalami sesak napas hingga sulit tidur akibat asap karhutla yang mencapai Jakarta. Andien menuangkan kekhawatirannya melalui media sosial Threads, seraya mempertanyakan memburuknya kualitas udara di sekitarnya. Tidak hanya Kawa, sejumlah warganet juga menceritakan pengalaman serupa, di mana anak-anak mereka mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap. Hal ini menunjukkan bahwa asap karhutla telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dengan sistem pernapasan sensitif.

Di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, fenomena asap kuning masih bertahan meskipun hujan deras sempat mengguyur. Prakirawan BMKG Iskandar Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairi, menjelaskan bahwa warna kekuningan hingga oranye pada kabut asap disebabkan oleh interaksi cahaya matahari dengan partikel halus seperti PM2.5, karbon hitam, dan sisa pembakaran vegetasi. Hujan memang dapat membantu mengurangi polutan melalui pencucian atmosfer, tetapi efektivitasnya bergantung pada intensitas dan durasi hujan. Jika sumber kebakaran masih aktif, asap dapat terus diproduksi. Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, menyebutkan bahwa karhutla masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), sehingga upaya pemadaman terus dilakukan.

Sementara itu, di Batam, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim kembali normal setelah sempat terganggu oleh kabut asap. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, menyatakan bahwa jarak pandang di bandara saat ini masih di atas 3.000 meter sehingga memenuhi standar operasional. Pada Jumat (16/10/2026), sempat ada pembatalan satu penerbangan perintis Susi Air rute Batam-Rengat dan keterlambatan tiga penerbangan lainnya. Namun, pada Minggu, penerbangan sudah lancar. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menambahkan bahwa jarak pandang masih dalam standar untuk pendaratan pesawat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan terhadap dampak asap. Beberapa tindakan yang dianjurkan antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup ventilasi rumah, menggunakan air purifier atau AC, serta memakai masker jika harus keluar. Penting juga untuk memantau kualitas udara dari sumber resmi, melindungi kelompok rentan, menghindari olahraga berat, dan tidak merokok di dalam rumah. Jika mengalami keluhan kesehatan, segera cari layanan kesehatan terdekat. Dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, dampak buruk asap karhutla dapat diminimalisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *