Berita  

BP Batam Genjot Koordinasi Air Bersih dan Listrik, Siapkan Strategi Hadapi Ledakan Data Center

BP Batam Genjot Koordinasi Air Bersih dan Listrik, Siapkan Strategi Hadapi Ledakan Data Center
BP Batam Genjot Koordinasi Air Bersih dan Listrik, Siapkan Strategi Hadapi Ledakan Data Center

FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan air bersih dan keandalan pasokan listrik di Kota Batam. Langkah ini menjadi krusial seiring pertumbuhan industri yang pesat, termasuk sektor pusat data (data center), yang menuntut infrastruktur pendukung yang memadai. Dalam kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ria Saptarika, ke Marketing Centre BP Batam pada Kamis (15/10/2026), BP Batam menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan masyarakat dan dukungan terhadap dunia usaha.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, yang menyambut langsung rombongan DPD RI, memaparkan kondisi terkini pelayanan air minum dan infrastruktur kelistrikan. Saat ini, Batam memiliki delapan waduk dengan total kapasitas desain air baku mencapai 5.052 liter per detik (LPS). Infrastruktur tersebut melayani 353.199 pelanggan air di seluruh Batam. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan dari sektor industri, terutama data center yang membutuhkan air dalam jumlah besar untuk pendinginan, BP Batam mendorong pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air bersih.

“Pemenuhan kebutuhan air bersih dan listrik perlu direncanakan secara berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas, sementara sektor industri perlu didukung dengan infrastruktur dan skema pelayanan yang sesuai,” ujar Denny Tondano dalam pertemuan tersebut. Ia menambahkan bahwa penyediaan air untuk industri tidak boleh mengorbankan hak masyarakat, sehingga diperlukan perencanaan yang terintegrasi antara sumber daya air, pasokan listrik, dan tata ruang.

Senada dengan itu, Ria Saptarika menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan. Menurutnya, ketersediaan air bersih dan listrik bukan hanya soal pelayanan publik, tetapi juga faktor penentu iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. “Ketersediaan air bersih dan listrik memerlukan perencanaan matang serta koordinasi yang kuat agar pelayanan masyarakat tetap optimal dan kebutuhan industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” kata Ria.

Di sisi lain, keandalan pasokan listrik menjadi sorotan setelah terjadinya pemadaman meluas pada Senin (12/10/2026). PT PLN Batam melaporkan bahwa gangguan bermula dari flashover pada transformator di Gardu Induk Sei Harapan, yang kemudian merambat ke sistem transmisi 150 kV dan menyebabkan pembangkit Tanjung Uncang (220 MW) lepas dari sistem. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan beban yang memicu pemadaman di banyak wilayah. PLN Batam bergerak cepat memulihkan pasokan; hingga Senin pukul 22.00 WIB, sekitar 60 persen pelanggan telah menyala, dan pada Selasa dini hari hampir seluruh pelanggan di Batam kembali menikmati listrik. Pasokan ke Bintan sepenuhnya pulih pada Rabu (14/10/2026) pukul 18.30 WIB.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pemenuhan hak kompensasi pelanggan sesuai Peraturan Gubernur Kepri Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). Ia juga membantah isu yang mengaitkan pemadaman dengan proyek data center baru, karena proyek tersebut belum beroperasi secara komersial. “Kami menyerahkan pendalaman aspek nonteknis kepada pihak berwajib,” tegas Kwin Fo. Evaluasi awal menemukan beberapa faktor, seperti dugaan hewan liar pemicu flashover, peralatan proteksi yang berfungsi normal, pagar pengaman listrik yang tidak aktif, serta perubahan arah kamera CCTV sehari sebelum kejadian.

Meskipun demikian, BP Batam tetap fokus pada upaya preventif dan peningkatan infrastruktur. Sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik, BP Batam juga melakukan perbaikan jalan di Jalur Sei Ladi (Jalan Gajah Mada) dan depan Hotel Vista mulai 18 Oktober hingga 1 November 2026. Pekerjaan ini meliputi pemasangan box culvert untuk meningkatkan drainase. Selama perbaikan, arus lalu lintas dari arah Batam Centre menuju Tiban akan dialihkan melalui Baloi BCS. Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Sinergi antara BP Batam, DPD RI, PLN Batam, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menjawab tantangan pertumbuhan Batam sebagai kawasan ekonomi khusus. Ke depan, optimalisasi pengelolaan sumber daya air, diversifikasi sumber air melalui SWRO, serta penguatan sistem kelistrikan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pelayanan bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang solid, BP Batam optimistis dapat mempertahankan daya tarik investasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Exit mobile version