FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Gempa terkini yang mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) meninggalkan jejak kerusakan signifikan. Dua gempa dangkal yang terjadi dalam selang waktu singkat telah merusak ratusan rumah dan fasilitas ibadah di Kabupaten Bogor serta Kabupaten Sukabumi. Hingga Sabtu (17/10/2026), data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 349 rumah rusak dan 5 fasilitas ibadah terdampak, dengan 381 jiwa di Sukabumi terdampak langsung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa pertama terjadi pukul 17.49.43 WIB dengan magnitudo 3,5 pada kedalaman 9 kilometer. Gempa kedua menyusul pukul 17.58.23 WIB dengan magnitudo 4,1 pada kedalaman 5 kilometer. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Teguh Rahayu dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
BMKG juga mencatat setidaknya 11 kali gempa susulan setelah kedua gempa utama, dengan magnitudo berkisar M1,6 hingga M2,6. Namun, hanya dua gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat. Tim BMKG telah melakukan survei lapangan untuk memverifikasi dampak dan memastikan penyebab gempa.
Dampak paling parah terjadi di Kabupaten Bogor. BPBD Kabupaten Bogor mencatat 253 rumah dan 5 fasilitas ibadah terdampak. Rinciannya, 222 rumah rusak ringan, 25 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat. Kerusakan tersebar di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, serta Desa Cibunian dan Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan. Salah satu rumah warga di Desa Cibunian, Pamijahan, mengalami rusak berat akibat gempa ini.
Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, gempa terkini juga menyebabkan kerusakan. Kepala Stasiun Geofisika Sukabumi, Agung Sabtaji, menyampaikan bahwa sebanyak 96 rumah mengalami rusak ringan dengan dampak terhadap 106 kepala keluarga atau 381 jiwa. Kerusakan tersebar di empat desa di Kecamatan Kabandungan. Desa Kabandungan menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak, yakni 84 rumah rusak ringan yang berdampak pada 94 KK atau 333 jiwa. Di Desa Tugubandung, tercatat 9 rumah rusak ringan (9 KK/33 jiwa), Desa Cihamerang 2 rumah rusak ringan (2 KK/10 jiwa), dan Desa Mekarjaya 1 rumah rusak ringan (1 KK/5 jiwa).
“Berdasarkan laporan kecamatan yang dihimpun, seluruh kerusakan rumah di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan. Laporan tersebut juga tidak mencatat adanya korban meninggal dunia maupun korban luka-luka,” ujar Agung, Sabtu (17/10/2026).
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa terkini ini. Namun, ratusan warga harus mengungsi sementara karena rumah mereka mengalami kerusakan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait masih melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat kepada para penyintas.
Gempa terkini ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa dangkal di zona sesar aktif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta BPBD setempat. Selain itu, penting untuk memastikan struktur bangunan tahan gempa guna meminimalisir risiko kerusakan di masa mendatang.
Dengan adanya serangkaian gempa terkini di Bogor dan Sukabumi, koordinasi antarlembaga dalam penanganan bencana menjadi kunci. Semoga warga terdampak segera mendapatkan bantuan dan pemulihan yang layak.
