Berita  

Jakarta Dilanda Kabut Asap Karhutla, Rupiah Tembus 18.000, dan Masjid Apung An-Nur Diresmikan

Jakarta Dilanda Kabut Asap Karhutla, Rupiah Tembus 18.000, dan Masjid Apung An-Nur Diresmikan
Jakarta Dilanda Kabut Asap Karhutla, Rupiah Tembus 18.000, dan Masjid Apung An-Nur Diresmikan

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Jakarta kembali menjadi sorotan dalam berbagai peristiwa penting pada Jumat (16/10/2026). Mulai dari kabut asap karhutla yang menyelimuti atmosfer, gejolak ekonomi yang membuat rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS, hingga peresmian Masjid Apung An-Nur di Ancol. Ketiga peristiwa ini menambah dinamika kehidupan di ibu kota, dengan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terdeteksi di atmosfer DKI Jakarta. Berdasarkan citra sebaran asap pada Jumat pukul 13.00 WIB, asap terlihat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta. Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kemunculan asap ini perlu diwaspadai, meskipun belum tentu meningkatkan konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat.

“Gambar ini hanya menunjukkan keberadaan asap di atmosfer dan belum menunjukkan secara langsung tingkat konsentrasi polutan di permukaan. Oleh karena itu, langkah antisipatif tetap diperlukan,” ujar Guswanto saat dihubungi.

Ia menambahkan bahwa arah pergerakan asap di Pulau Jawa bergerak ke tenggara hingga barat daya, sehingga perlu pemantauan lebih lanjut apakah konsentrasi asap di Jakarta benar-benar meningkat di permukaan atau hanya melintas di lapisan atas. “Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau kualitas udara melalui informasi resmi. Jika kualitas udara memburuk, warga disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan juga diminta lebih waspada.

Di sisi lain, pasar keuangan domestik mengalami gejolak hebat. Nilai tukar rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS, memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai salah satu pemicu. MSCI mengeluarkan pengumuman lebih cepat dari perkiraan, yang menuntut komitmen reformasi pasar modal Indonesia.

“Reformasi harus dijalankan dan progresnya harus terlihat, terutama bagi investor dalam dan luar negeri,” tegas Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Pemerintah pun menggelar pertemuan darurat bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) untuk merumuskan langkah penanganan. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyatakan akan meminta klarifikasi kepada MSCI terkait perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. “Kami menanggapi ini dengan sangat serius,” ujarnya.

Sementara itu, di bidang keagamaan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Masjid Apung An-Nur di Ancol, Jakarta Utara. Masjid ini digagas pada 2019 oleh Gubernur sebelumnya, Anies Baswedan, namun sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Pembangunan dilanjutkan pada 2024 dan akhirnya selesai.

“Hari ini kita semua dapat menghadiri peresmian Masjid Apung An-Nur Jakarta. Masjid ini digagas pada 2019, tetapi karena COVID baru dilanjutkan kembali di tahun 2024. Saya sebagai penerusnya melanjutkan sampai selesai,” ujar Pramono dalam sambutannya.

Masjid ini memiliki luas 2.241 meter persegi dan mampu menampung 900 jemaah, terdiri dari 600 jemaah laki-laki dan 300 jemaah perempuan. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyebutkan kapasitas dapat diperluas hingga 1.200 jemaah. “Masjid ini diharapkan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat pesisir Jakarta,” ujarnya.

Pramono juga menjelaskan alasan pemilihan nama An-Nur, yang berarti cahaya. “Tempatnya penuh cahaya, dan mudah-mudahan membawa berkah bagi masyarakat Jakarta,” tuturnya. Ia yakin masjid ini akan menjadi landmark wisata keagamaan baru di Jakarta.

Selain itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah mempersiapkan pengukuhan pengurus periode 2026-2031. Acara akan digelar di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/10/2026). Sebelumnya, akan ada rapat koordinasi perdana pada Jumat (23/10/2026) di salah satu hotel di Jakarta. Wakil Ketua Umum PBNU, Saifullah Yusuf, menyatakan persiapan terus dimatangkan. “Kita bersyukur semua pengurus punya semangat yang sama,” ujarnya. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto masih menunggu arahan dari Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Dengan berbagai peristiwa yang terjadi, Jakarta kembali menunjukkan dinamikanya sebagai pusat perhatian nasional. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kualitas udara, cermat menyikapi gejolak ekonomi, dan mendukung pembangunan fasilitas publik yang bermanfaat. Semoga Jakarta terus menjadi kota yang tangguh dan nyaman bagi seluruh warganya.

Exit mobile version