Berita  

AQI Global Memburuk: Cebu ‘Very Unhealthy’, Palembang 699, Delhi dan Mumbai Bernapas Lega

AQI Global Memburuk: Cebu 'Very Unhealthy', Palembang 699, Delhi dan Mumbai Bernapas Lega
AQI Global Memburuk: Cebu 'Very Unhealthy', Palembang 699, Delhi dan Mumbai Bernapas Lega

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Kualitas udara global kembali menjadi sorotan pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan fluktuasi ekstrem AQI (Air Quality Index) yang memicu kekhawatiran kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia. Dari Asia Tenggara hingga Asia Selatan, laporan dari berbagai kota menunjukkan kondisi yang beragam, mulai dari perbaikan signifikan hingga level berbahaya yang mengancam nyawa. Di Filipina, Metro Cebu mencatat AQI 172 (very unhealthy), sementara di Indonesia, Palembang mencapai angka 699 yang masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Di sisi lain, Delhi dan Mumbai di India menunjukkan perbaikan setelah hujan, meski masih dalam kategori tidak sehat.

Filipina: Lonjakan Kasus Respirasi dan AQI 172 di Metro Cebu

Departemen Kesehatan (DOH) Region 7 melaporkan lonjakan 26,8 persen konsultasi respirasi di empat rumah sakit wilayah Central Visayas pada kuartal ketiga 2026, dari 2.778 menjadi 3.524 kasus. Lonjakan ini bertepatan dengan abu vulkanik Gunung Kanlaon dan kabut asap lintas batas dari Indonesia. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Environmental Management Bureau (EMB) 7 mencatat AQI 172 di stasiun pemantauan Metro Cebu, kategori ‘very unhealthy’.

Dr. Van Phillip Baton, Kepala Divisi Dukungan Kesehatan Lokal DOH 7, menyatakan bahwa data yang ada belum dapat menghubungkan secara langsung kenaikan kasus respirasi dengan polusi udara. “Meski kami belum bisa menghubungkan secara langsung, situasi ini memerlukan pemantauan lebih dekat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kualitas udara buruk perlu diinvestigasi sebagai masalah kesehatan masyarakat, dan temuan ini dapat mendukung keputusan untuk beralih ke pembelajaran modular saat AQI mencapai level tidak sehat.

EMB 7 mengimbau kelompok rentan untuk tetap di dalam ruangan, mendesak publik secara sukarela membatasi penggunaan kendaraan, dan mencatat bahwa emisi lokal serta kondisi cuaca menjadi pemicu utama kualitas udara buruk saat ini.

Indonesia: Palembang dan Jambi Terkepung Asap Karhutla, AQI 699

Kualitas udara di beberapa wilayah Indonesia berada pada level tidak sehat hingga berbahaya pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Berdasarkan pantauan IQAir dan BMKG pukul 06.00 WIB, Palembang mencatat AQI US 699 (berbahaya), sedangkan Jambi mencapai konsentrasi polutan 88,8 kali nilai panduan WHO.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan enam provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla. BMKG Sumatera Selatan menyebut peningkatan karhutla memperburuk kualitas udara. Selain Palembang dan Jambi, kota lain seperti Pangkalan Bun (AQI 187), Pekanbaru (161), Pontianak (191), dan Balikpapan (158) juga berada dalam kategori tidak sehat. Prakiraan menunjukkan kondisi ini akan bertahan hingga sepekan ke depan, dengan fluktuasi harian.

India: Delhi dan Mumbai Bernapas Lega Setelah Hujan

Di India, hujan yang mengguyur Delhi pada Kamis, 15 Oktober 2026, berhasil menurunkan AQI dari 181 menjadi 149 pada Jumat. Menurut Central Pollution Control Board (CPCB), AQI 149 masuk kategori ‘moderate’ (101-200). Hujan juga menurunkan suhu maksimum di Safdarjung menjadi 28,3°C, sekitar lima derajat di bawah normal. Namun, genangan air dan kemacetan lalu lintas tetap terjadi di beberapa area.

Sementara itu, Mumbai mencatat AQI 181 pada Jumat, naik dari 152 pada Kamis. Menurut skala CPCB, angka ini termasuk ‘moderate’, tetapi dalam skala US AQI, kategori ‘unhealthy’. Mumbai juga mengalami hari terpanas dalam satu dekade terakhir akibat El Niño. Paparan polusi udara dapat menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, dan memperburuk kondisi bagi penderita asma atau penyakit jantung. Warga diimbau memantau kualitas udara, memakai masker N95, dan membatasi aktivitas luar ruangan.

Karnataka: Bengaluru dan Kota Lainnya dalam Kisaran Sedang

Di Karnataka, India, AQI di Bengaluru pada 16 Oktober 2026 berkisar 65-117, dengan area seperti Peenya dan BTM Layout mencatat kadar debu PM2.5 dan PM10 yang lebih tinggi. Kota lain seperti Mysuru, Mangaluru, dan Hubballi-Dharwad memiliki AQI 50-90 (baik hingga sedang). Otoritas setempat terus memantau daerah industri dan lalu lintas padat.

Kesimpulan

Fluktuasi AQI global pada 16 Oktober 2026 menunjukkan tantangan besar dalam pengelolaan kualitas udara. Dari Metro Cebu yang ‘very unhealthy’ hingga Palembang yang mencapai 699, serta perbaikan di Delhi dan Mumbai setelah hujan, setiap wilayah memiliki faktor unik seperti karhutla, emisi kendaraan, dan kondisi cuaca. Penting bagi masyarakat untuk terus memantau AQI, mengurangi aktivitas luar ruangan saat level tidak sehat, dan menggunakan masker pelindung. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan meningkatkan upaya mitigasi untuk melindungi kesehatan publik.

Exit mobile version