FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Vatikan akhirnya merilis foto pertama Pope Leo XIV setelah menjalani operasi pengangkatan tumor kanker di paru-paru kanannya. Paus berusia 71 tahun tersebut terlihat memimpin misa di ruang perawatan lantai 10 Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Jumat (16/10/2026). Dalam dua foto yang dirilis, Pope Leo XIV tampak berdiri dengan tenang di depan altar darurat, mengenakan jubah liturgi hijau, dengan tangan terlipat dalam doa. Ia didampingi sekretaris pribadinya, Pastor Edgard Rimaycuna, asal Peru.
Menurut pernyataan Kantor Pers Tahta Suci, Paus memimpin misa bersama staf medis dan keperawatan, personel kepolisian, serta petugas kebersihan yang sedang tidak bertugas. Dalam homilinya, Pope Leo XIV menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan atas pelayanan dan kedekatan mereka dengan orang-orang yang rentan, khususnya perawatan yang diberikan kepadanya selama dirawat. “Ia berterima kasih atas perhatian, pengobatan, dan kasih sayang yang ia terima selama ini,” ujar juru bicara Vatikan, Matteo Bruni.
Operasi yang dijalani Pope Leo XIV pada Selasa (13/10/2026) lalu merupakan prosedur pengangkatan seluruh lobus bawah paru-paru kanan untuk menghilangkan semua jejak penyakit. Paus didiagnosis menderita adenokarsinoma, jenis kanker paru-paru yang paling umum. Tim dokter menyatakan bahwa pemulihannya berjalan normal dan ia sudah dapat melakukan aktivitas harian secara mandiri. Namun, hasil tes lanjutan untuk memastikan apakah kanker telah menyebar ke luar lobus masih dinantikan.
Meski masih dirawat, Pope Leo XIV dijadwalkan memimpin doa Angelus pada Minggu (18/10/2026). Belum dipastikan apakah doa tersebut akan dilaksanakan dari rumah sakit atau dari Vatikan. Doa Angelus biasanya diucapkan Paus setiap Minggu dari jendela Istana Apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus, di hadapan umat yang berkumpul. Sumber Vatikan menyatakan bahwa kondisi klinis Paus terus menunjukkan perbaikan, namun tanggal pasti kepulangannya belum dapat ditentukan.
Di tengah masa pemulihan, Pope Leo XIV juga menyuarakan keprihatinannya terhadap masalah kelaparan dunia. Dalam pesan yang diterbitkan untuk Hari Pangan Sedunia, ia menyebut kelaparan sebagai “pelanggaran berat terhadap martabat manusia” dan menegaskan bahwa akses terhadap pangan yang memadai adalah hak asasi manusia. Pesan tersebut ditujukan kepada Qu Dongyu, Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).
Paus menyesalkan masih adanya kelaparan di dunia dan mempertanyakan mengapa banyak pihak berbicara tentang inovasi teknologi sementara kekurangan pangan terus terjadi. “Kelaparan tidak dapat dianggap sebagai anomali statistik, karena penyebab utamanya adalah kurangnya kemauan politik dan kedermawanan kolektif,” tegasnya. Menurut laporan tahunan FAO 2025, sekitar 645 juta orang di seluruh dunia mengalami kelaparan, terutama di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Karibia. Sebanyak 35,5 juta anak mengalami malnutrisi akut, dan perang masih menjadi pendorong utama kerawanan pangan.
Kesehatan Pope Leo XIV menjadi perhatian dunia. Sejak dirawat di RS Gemelli pada Selasa lalu, berbagai pihak terus mendoakan kesembuhannya. Vatikan menegaskan bahwa Paus tetap menjalankan tugas-tugasnya meski dalam keterbatasan. Pengumuman jadwal Angelus menjadi indikasi bahwa kondisi Paus semakin membaik. Umat Katolik di seluruh dunia berharap Paus dapat segera pulih dan kembali memimpin gereja secara penuh.
Dengan pemulihan yang terus berjalan, Pope Leo XIV menunjukkan ketangguhan dan dedikasinya sebagai pemimpin spiritual. Pesannya tentang kelaparan dunia mengingatkan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan pangan harus terus dilakukan, bahkan di tengah cobaan pribadi. Vatikan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini mengenai kondisi Paus, sementara umat beriman menantikan momen Angelus pada Minggu mendatang sebagai tanda harapan dan kesembuhan.
