Berita  

Mohamad Tonny Harjono: Dari Sertijab Koopsud hingga Transformasi TNI AU di Era AI

Mohamad Tonny Harjono: Dari Sertijab Koopsud hingga Transformasi TNI AU di Era AI
Mohamad Tonny Harjono: Dari Sertijab Koopsud hingga Transformasi TNI AU di Era AI

FaktaHari – 16 Oktober 2026 | JAKARTA – Nama Mohamad Tonny Harjono kembali mencuri perhatian publik Tanah Air. Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perwira tinggi TNI AU yang berpengaruh. Kiprahnya tidak hanya terbatas pada urusan operasi militer, tetapi juga pada upaya transformasi teknologi dan pendidikan di lingkungan TNI AU.

Jejak kepemimpinannya terlihat jelas ketika ia masih menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas). Pada Senin, 27 November 2023, Mohamad Tonny Harjono memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I) di Makoops Udara I, Jakarta. Dalam kesempatan itu, jabatan Pangkoopsud I diserahterimakan dari Marsda TNI Bambang Gunarto kepada Marsma TNI Mohammad Nurdin.

Dalam sambutannya, Mohamad Tonny Harjono menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat baru. Ia menekankan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah dan kepercayaan yang mengandung tanggung jawab besar. Tonny juga berpesan agar Nurdin dapat melanjutkan hal-hal positif yang telah dilakukan sebelumnya, serta menciptakan inovasi dan terobosan baru untuk mengoptimalkan kinerja Koops Udara I.

Kepada Bambang Gunarto, Tonny menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi selama bertugas. Bambang selanjutnya akan menempati jabatan baru sebagai Wakil Komandan Kodiklat AU, yang akan menangani pembinaan, doktrin, pendidikan, dan latihan di Angkatan Udara. Pergantian jabatan ini berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1286/XI/2023 tanggal 9 November 2023, yang menetapkan mutasi dan promosi terhadap 105 perwira tinggi TNI.

Kini, sebagai KSAU, Mohamad Tonny Harjono menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Ia menegaskan pentingnya adaptasi teknologi di era perang modern. Menurutnya, dinamika global bergerak sangat cepat, ditandai dengan arsitektur keamanan yang kompleks serta adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mempercepat siklus pengambilan keputusan. Hal ini disampaikannya saat ditemui di Lembang, Selasa (13/10/2026).

Tonny menjelaskan bahwa karakteristik peperangan telah bergeser dari pertempuran konvensional menuju ancaman multidomain yang sangat dinamis. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) dituntut memiliki ketajaman analisis, ketangkasan intelektual, serta kapasitas adaptasi tinggi sebagai penentu arah transformasi matra udara.

Lebih lanjut, Mohamad Tonny Harjono mengingatkan bahwa AI bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan instrumen kemajuan teknologi global yang wajib dikuasai. Ia mendorong para perwira TNI AU untuk menggunakan AI sebagai alat bantu analisis dalam merumuskan keputusan yang lebih efektif, bukan sebagai pengganti naluri dan pertimbangan seorang pemimpin. Pembaruan kurikulum pendidikan militer juga menjadi fokusnya agar tetap selaras dengan perubahan dunia yang cepat dan kompleks.

Konsistensi Mohamad Tonny Harjono dalam mendorong modernisasi TNI AU juga terlihat dari kehadirannya dalam berbagai acara kenegaraan. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, ia turut menghadiri pelantikan Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113 P Tahun 2026. Kehadiran Tonny bersama sejumlah pejabat tinggi negara lainnya, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri koordinator, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, menunjukkan peran strategis TNI AU dalam mendukung agenda pemerintah.

Melalui berbagai langkah dan kebijakannya, Mohamad Tonny Harjono membuktikan diri sebagai pemimpin yang adaptif dan visioner. Dari memimpin sertijab di lingkungan Koopsud hingga mendorong penguasaan AI di kalangan perwira, ia terus berupaya membawa TNI AU menjadi kekuatan udara yang modern, profesional, dan siap menghadapi tantangan zaman. Transformasi yang diusungnya bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang diharapkan dapat memperkuat pertahanan negara di era perang modern yang penuh ketidakpastian.

Exit mobile version