Berita  

Gelaran Tablig Akbar di Aceh Tenggara dan Palu: Sinergi Ulama, Umara, dan Masyarakat untuk Keselamatan Bangsa

Gelaran Tablig Akbar di Aceh Tenggara dan Palu: Sinergi Ulama, Umara, dan Masyarakat untuk Keselamatan Bangsa
Gelaran Tablig Akbar di Aceh Tenggara dan Palu: Sinergi Ulama, Umara, dan Masyarakat untuk Keselamatan Bangsa

FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Semangat kebersamaan dan ikhtiar spiritual mewarnai rangkaian kegiatan tablig akbar di berbagai daerah di Indonesia. Di Aceh Tenggara, Pemerintah Daerah bersama tokoh agama dan masyarakat bersiap menggelar tablig akbar, dzikir, dan doa bersama yang bertujuan memohon keselamatan bagi Bumi Sepakat Segenap. Sementara itu, di Palu, Sulawesi Tengah, Wakil Menteri Agama mendorong sinergi antara Kementerian Agama dan MPR RI untuk menyelenggarakan doa bersama sebagai respons terhadap situasi kebencanaan.

Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghadiri tablig akbar yang akan digelar di Masjid Agung At-Taqwa Kutacane pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 08.30 WIB hingga selesai. Acara ini akan menghadirkan ulama dan akademisi terkemuka asal Sumatera Utara, yakni Buya Prof. Dr. KH. Amiruddin MS, M.A., M.B.A., Ph.D., yang akan memberikan tausiah dan memimpin doa bersama. “Kami atas nama pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk hadir bersama,” kata Bupati, Kamis (15/10). Ia menjelaskan, doa bersama ini bertujuan agar Aceh Tenggara senantiasa dijauhkan dari marabahaya, bencana, perpecahan, dan konflik. Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan sinergi antara ulama, umara, habaib, kiai, serta seluruh elemen masyarakat. “Semoga Aceh Tenggara menjadi daerah yang aman, damai, makmur, dan penuh ampunan,” tambahnya.

Tak hanya untuk keselamatan daerah, momentum tablig akbar juga diisi dengan peringatan Hari Santri Nasional. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, digelar tablig akbar Hari Santri di masjid yang sama dengan menghadirkan pendakwah Koko Liem atau Ustaz Muhammad Utsman Ansori, seorang dai etnis Tionghoa-Indonesia yang aktif berdakwah di berbagai daerah dan stasiun televisi nasional. Dengan tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’, acara ini bertujuan mengenang jasa ulama dan santri melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, mempererat ukhuwah, serta menjadi sarana refleksi spiritual. “Kami berharap santri dan pondok pesantren terus berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam mengawal kemajuan Aceh Tenggara,” ujar Bupati.

Sementara itu, di Palu, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menyambut positif rencana tablig akbar dan doa bersama pada 8 November 2026. Agenda yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman ini merupakan perubahan dari rencana awal berupa festival UMKM dan kebudayaan daerah. Perubahan format dilakukan di tengah situasi kebencanaan untuk menghadirkan ikhtiar spiritual bagi keselamatan masyarakat. Wamenag mendorong koordinasi antara Kementerian Agama dan MPR agar rencana kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti bersama. “Justru dikolaborasikan aja,” ujar Wamenag saat audiensi di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Akbar Supratman menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Awalnya dirancang sebagai festival UMKM dan budaya, namun situasi kebencanaan mendorong perubahan bentuk menjadi doa bersama. “Kita buat menjadi doa bersama,” ujar Akbar, seraya berharap agenda itu dapat menjadi ruang untuk memohon keselamatan bagi masyarakat sekaligus mendoakan agar pemerintah mampu menjalankan amanah di tengah berbagai tantangan bangsa.

Kegiatan keagamaan berskala besar seperti tablig akbar ini tentu memerlukan pengaturan lalu lintas yang matang. Di Aceh Barat Daya, Satuan Lalu Lintas Polres Abdya menerapkan rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tablig akbar di Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie. Kendaraan roda enam atau lebih dialihkan melalui jalur alternatif Blangpidie–Susoh–Jeumpa, sementara kendaraan roda dua dan roda empat tetap diperbolehkan melintas di Jalan Guhang. Kasat Lantas Polres Abdya Iptu Sutari Maladi Pane mengatakan pengaturan ini berhasil mengurai kemacetan sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. “Alhamdulillah kemacetan bisa kita urai, sehingga pelaksanaan Maulid Nabi dan Tabligh Akbar berjalan lancar,” ujarnya.

Dari Kutacane hingga Palu, semangat tablig akbar menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia senantiasa mengedepankan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan. Sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan aparat keamanan menunjukkan bahwa keselamatan dan kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Melalui dzikir, doa, dan tausiah, diharapkan negeri ini senantiasa dilindungi dan diberkahi, serta masyarakatnya semakin kuat dalam menghadapi masa depan.

Exit mobile version