Berita  

Diskriminasi Israel terhadap Pilot WNI di Ethiopian Airlines Dikecam Keras Indonesia

Diskriminasi Israel terhadap Pilot WNI di Ethiopian Airlines Dikecam Keras Indonesia
Diskriminasi Israel terhadap Pilot WNI di Ethiopian Airlines Dikecam Keras Indonesia

FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia angkat bicara terkait insiden diskriminasi yang dialami oleh pilot warga negara Indonesia (WNI) yang bertugas di maskapai Ethiopian Airlines. Insiden tersebut terjadi ketika penerbangan Ethiopian Airlines dari Addis Ababa menuju Tel Aviv, Israel, dipaksa berputar balik atau dialihkan ke rute lain hanya karena sang pilot berkewarganegaraan Indonesia. Langkah otoritas Israel ini langsung mendapat respons tegas dari pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang.

Peristiwa ini bermula pada pertengahan Oktober 2026, ketika pesawat Ethiopian Airlines yang membawa pilot WNI tersebut tengah bersiap mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Namun, otoritas penerbangan Israel secara sepihak meminta maskapai untuk membatalkan pendaratan dan memutar balik pesawat ke titik asal. Menurut informasi yang diterima oleh KBRI Addis Ababa dari pihak Ethiopian Airlines, pilot WNI tersebut kemudian dialihkan untuk bertugas di rute penerbangan lain guna memastikan kelancaran operasional maskapai. Meskipun demikian, insiden ini dinilai telah mencoreng prinsip non-diskriminasi dalam penerbangan internasional.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (14/10/2026), Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa Indonesia mencatat dengan serius praktik Israel yang membatasi awak pesawat hanya berdasarkan faktor kewarganegaraan. “Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional,” ujar Yvonne. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia mengakui kewenangan setiap otoritas penerbangan untuk menetapkan standar keamanan. Namun, standar tersebut harus diterapkan secara objektif, proporsional, dan berbasis risiko, bukan karena pertimbangan politis atau kewarganegaraan semata.

Kemlu RI melalui KBRI di Addis Ababa terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan Ethiopian Airlines. Pemerintah Indonesia mendorong maskapai untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Selain itu, Kemlu juga memastikan bahwa hak-hak pilot WNI sebagai pekerja tetap terpenuhi dan tidak ada tindakan diskriminatif lanjutan. “Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Addis Ababa juga akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan hak-hak pilot WNI tersebut sebagai pekerja tetap terpenuhi,” kata Yvonne dalam pernyataan tertulisnya.

Insiden ini menjadi sorotan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Meskipun begitu, pemerintah Indonesia terus mengupayakan seluruh jalur komunikasi yang memungkinkan, termasuk melalui perwakilan di Ethiopia, untuk memberikan perlindungan maksimal kepada WNI yang menjadi korban diskriminasi. Ethiopian Airlines sendiri mengakui bahwa kejadian ini disebabkan oleh koordinasi internal yang kurang baik. Maskapai tersebut memandang tidak ada gangguan berarti terhadap aktivitas penerbangan setelah pilot dialihkan ke rute lain.

Indonesia mengecam keras langkah diskriminatif Israel yang dinilai telah melanggar norma-norma penerbangan internasional. Pemerintah berharap agar maskapai Ethiopian Airlines dapat memperbaiki sistem koordinasi internalnya dan bahwa otoritas Israel dapat mengubah kebijakan yang membatasi awak pesawat berdasarkan kewarganegaraan. Ke depannya, Indonesia akan terus mengawal kasus ini demi memastikan keadilan dan perlindungan bagi seluruh WNI di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *