Berita  

Sinar Mas Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla dan Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan

Sinar Mas Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla dan Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan
Sinar Mas Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla dan Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan

FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Palembang, 17 Mei 2023 – Dalam menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino, APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini sejalan dengan penetapan status siaga darurat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

APP Sinar Mas dan mitra pemasok, termasuk PT Bumi Mekar Hijau dan PT Bumi Andalas Permai, telah menambah tiga helikopter water bombing sehingga total menjadi lima unit. Selain itu, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dilipatgandakan hingga 100 persen. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi musim kemarau yang lebih ekstrem akibat pengaruh El Nino, seperti yang diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam Apel Siaga Karhutla. Ia menekankan perlunya sinkronisasi satuan tugas, optimalisasi peralatan, dan penguatan sarana prasarana pemadaman.

Dalam apel tersebut, mitra pemasok APP Sinar Mas di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin memaparkan fasilitas Situasi Ruang Kendali (Sitroom) yang memantau data hotspot secara real-time selama 24 jam melalui satelit. Helikopter Bell 412 milik APP Sinar Mas juga melakukan patroli udara untuk memadamkan api secara cepat dan mencegah meluasnya kebakaran. Langkah ini menunjukkan komitmen Sinar Mas dalam mitigasi bencana Karhutla.

Di sisi lain, PT Asuransi Sinar Mas (ASM) juga memperkuat ekosistem asuransi kesehatan melalui kerja sama strategis dengan Primaya Hospital Group. Penandatanganan kesepakatan koneksi digital dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dilakukan untuk mempererat integrasi layanan rumah sakit. Direktur ASM, Dumasi Marisina Samosir, menegaskan bahwa koneksi digital ini menjadi komitmen perusahaan dalam merespons kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Melalui sistem yang terintegrasi, administrasi penjaminan diharapkan berjalan lebih efektif dan nasabah mendapat kemudahan akses layanan cashless.

Asuransi Sinar Mas juga menilai ketentuan ekuitas minimum yang ditetapkan OJK akan memberikan dampak positif bagi industri perasuransian. Dumasi Samosir menyebutkan bahwa modal yang mumpuni diperlukan untuk menjalankan bisnis dan menyehatkan industri. Perusahaan telah memenuhi ketentuan ekuitas minimum untuk 2026 dan 2028. Namun, Dumasi juga mengungkapkan tantangan baru, terutama terkait penerapan POJK Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Persyaratan seperti kewajiban memiliki tim utilization review (UR) sendiri menjadi perhatian, dan dampaknya diperkirakan akan terlihat pada 2027.

Melalui kerja sama KAPJ dan koneksi digital dengan Primaya Hospital Group, Asuransi Sinar Mas berharap dapat meningkatkan efektivitas koordinasi penjaminan dan memberikan pengalaman layanan kesehatan yang lebih baik bagi nasabah. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh bagi rumah sakit rekanan lainnya untuk mengembangkan konektivitas digital dengan Asuransi Sinar Mas.

Secara keseluruhan, Sinar Mas menunjukkan komitmennya dalam dua bidang utama: kesiapsiagaan terhadap bencana Karhutla dan penguatan layanan asuransi kesehatan. Dengan langkah-langkah ini, Sinar Mas berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri secara luas.

Exit mobile version