Berita  

Jepang di Persimpangan: Dari Masjid Bersejarah Hingga PM Perempuan yang Sibuk, Ini Fakta Terbaru Negeri Sakura

Jepang di Persimpangan: Dari Masjid Bersejarah Hingga PM Perempuan yang Sibuk, Ini Fakta Terbaru Negeri Sakura
Jepang di Persimpangan: Dari Masjid Bersejarah Hingga PM Perempuan yang Sibuk, Ini Fakta Terbaru Negeri Sakura

FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Jepang, negeri yang dikenal dengan perpaduan sempurna antara tradisi dan modernitas, kembali menjadi sorotan dunia. Dalam satu pekan terakhir, berbagai peristiwa penting terjadi di negara tersebut, mulai dari perayaan budaya musim gugur, uji coba program makan bergizi ala Jepang, hingga pengakuan jujur Perdana Menteri perempuan pertama Jepang tentang beban ganda yang ia tanggung. Tak ketinggalan, kontingen Indonesia juga tengah bersiap menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Berikut rangkuman berita terkini dari Jepang.

Masjid Kobe: Simbol Ketahanan dan Toleransi di Jepang

Di kota pelabuhan Kobe, berdiri megah Masjid Kobe, masjid tertua di Jepang yang telah berusia hampir 90 tahun. Dibangun pada tahun 1935, masjid ini dirancang oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr dengan gaya Turki yang khas. Bangunan tiga lantai ini memiliki aula salat terpisah untuk pria dan wanita, serta galeri khusus untuk azan. Keindahan interiornya dipertegas oleh dinding marmer putih dan ornamen emas yang memukau.

Masjid Kobe bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah saksi bisu sejarah kelam Jepang. Selama Perang Dunia II, masjid ini sempat diambil alih oleh Angkatan Laut Jepang pada tahun 1943, namun berhasil selamat dari serangan udara tahun 1945. Gempa Besar Hanshin tahun 1995 juga hanya menyebabkan kerusakan ringan, sehingga masjid ini dijuluki sebagai “Masjid Mukjizat”. Kini, masjid ini terbuka bagi non-Muslim yang ingin belajar tentang Islam melalui ceramah dan kuliah umum, menjadikannya pusat pertukaran budaya dan toleransi di Jepang.

PM Sanae Takaichi: Perjuangan Seorang Perempuan di Puncak Kekuasaan Jepang

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membuat pengakuan mengejutkan dalam sidang parlemen pada 14 Oktober 2026. Ia mengaku menghabiskan waktu tiga hingga empat jam lebih banyak dibandingkan perdana menteri laki-laki untuk mengurus pekerjaan rumah tangga, seperti menyiapkan sarapan, mencuci piring, hingga merias wajah. Takaichi, yang menjadi perempuan pertama yang memimpin Jepang, juga dikenal memiliki jadwal kerja yang sangat padat—ia hanya tidur dua hingga empat jam setiap malam dan kerap mengadakan rapat pada pukul 03.00 pagi.

Pengakuan ini menyoroti masih kakuya pembagian peran gender di Jepang, di mana keterwakilan perempuan dalam politik masih rendah. Takaichi berharap pengalamannya dapat membuka mata publik tentang tantangan yang dihadapi pemimpin perempuan di Jepang, dan mendorong perubahan menuju kesetaraan yang lebih besar.

Aki Matsuri: Merayakan Musim Gugur dengan Syukur

Sementara itu, Jepang sedang menikmati musim gugur yang indah. Dari September hingga November, berbagai festival musim gugur atau Aki Matsuri digelar di seluruh penjuru negeri. Festival ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada para dewa atas hasil panen yang melimpah. Setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari pertunjukan tradisional hingga makanan musiman. Pemandangan daun momiji yang berubah warna menjadi merah, oranye, dan kuning keemasan menambah pesona perayaan ini, menjadikannya daya tarik wisata yang tak boleh dilewatkan.

MBG ala Jepang: Uji Coba Prasmanan di Sekolah Indonesia

Inspirasi dari Jepang juga merambah ke Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba skema prasmanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 5 Oktober 2026. Terinspirasi dari sistem sekolah di Jepang, makanan yang dimasak di dapur SPPG dikirim hangat ke sekolah dan disajikan di kelas. Siswa bergiliran piket dalam kelompok kecil untuk melayani teman-temannya, belajar tanggung jawab dan kemandirian. Uji coba yang melibatkan lebih dari 60 dapur SPPG di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Jayapura ini mendapat respons positif karena siswa dapat mengambil porsi sesuai kapasitas dan mengurangi sisa makanan.

Dukungan untuk Atlet Indonesia di Asian Para Games 2026

Di tengah berbagai peristiwa tersebut, kontingen Indonesia juga bersiap menghadapi Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Jepang. Chef de Mission (CdM) Indonesia menyerukan kepada seluruh WNI di Jepang untuk merapat ke Nagoya dan memberikan dukungan kepada 103 atlet Merah-Putih. Tim medis telah disiapkan, termasuk dokter, fisioterapis, dan masseur, serta perhatian khusus pada kebutuhan makanan halal bagi atlet Muslim. Perjalanan menuju Nagoya disebut cukup melelahkan, namun semangat para atlet tetap membara.

Dari Masjid Kobe yang bersejarah hingga pengakuan jujur PM Takaichi, dari festival musim gugur hingga inovasi program makan bergizi, Jepang terus menunjukkan sisi dinamisnya. Negeri ini tidak hanya menjadi tuan rumah bagi berbagai peristiwa global, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Keberagaman budaya, ketahanan spiritual, serta perjuangan menuju kesetaraan gender adalah beberapa pelajaran berharga yang dapat dipetik dari Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *