Berita  

Menteri Komdigi Ditinggal Stafsus, Menteri PMK Finalisasi Pendidikan Gratis, Menteri Lingkungan Dorong Pemilahan Sampah

Menteri Komdigi Ditinggal Stafsus, Menteri PMK Finalisasi Pendidikan Gratis, Menteri Lingkungan Dorong Pemilahan Sampah
Menteri Komdigi Ditinggal Stafsus, Menteri PMK Finalisasi Pendidikan Gratis, Menteri Lingkungan Dorong Pemilahan Sampah

FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Jajaran menteri Kabinet Merah Putih terus bergerak di berbagai sektor, mulai dari pengunduran diri Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, finalisasi skema pendidikan gratis oleh Menteri Koordinator PMK, hingga dorongan pemilahan sampah dari Menteri Lingkungan Hidup. Dalam waktu yang bersamaan, Menteri Olahraga Kuwait juga menyoroti tantangan besar penyelenggaraan Piala Super Saudi.

Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Raline Shah, yang menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Komdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, resmi mengundurkan diri. Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram Stories-nya, Rabu (14/10/2026), ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Menteri Meutya Hafid atas kepercayaan yang diberikan. “Menjadi bagian dari perjalanan bekerja di pelayanan publik merupakan kehormatan sekaligus pengalaman dan pelajaran yang tak ternilai,” tulis Raline. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru setelah melihat bagaimana pemerintah menghadapi kompleksitas masalah masyarakat. Namun, kesibukan dan komitmen lain yang tidak menunjukkan keselarasan dengan tugasnya menjadi alasan utama pengunduran diri. “Saya memahami jabatan Staf Khusus Menteri ini adalah sebuah tanggung jawab yang membutuhkan perhatian dan komitmen lebih, di mana saat ini dan dalam waktu dekat saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikannya dengan optimal,” jelasnya. Pengunduran diri tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Meutya Hafid.

Sementara itu, di sektor pendidikan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono memimpin rapat tingkat menteri untuk memfinalisasi skema kebijakan pendidikan gratis dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Rapat yang digelar pada Rabu (14/10/2026) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, itu dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. “Pendidikan gratis ini adalah wujud komitmen kita untuk memberikan keadilan dan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa,” ujar Sugiono. Langkah lintas kementerian ini merupakan tindak lanjut konkret dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat.

Di bidang lingkungan, Menteri Lingkungan Hidup Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong pasar, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan untuk melakukan pemilahan sampah. Menurutnya, masalah sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. “Sampah ini bukan urusan pemerintah aja, urusan kita. Urusan peradaban kita,” tegas Zulhas. Ia menekankan bahwa pemilahan sampah dapat membuat proses pengolahan menjadi lebih murah dan menghadirkan nilai ekonomi baru. Sampah organik bisa diurai di tempat, sementara sampah anorganik seperti plastik dapat diolah menjadi solar. Dengan demikian, sampah tidak perlu dikirim ke tempat pembuangan akhir sehingga dapat meminimalkan penumpukan.

Dalam kancah internasional, Menteri Olahraga Kuwait Tariq Al-Jalahma menggambarkan penyelenggaraan Piala Super Arab Saudi di Kuwait sebagai tantangan besar, mengingat keikutsertaan sejumlah bintang sepak bola dunia. Ia menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara sektor pemerintah dan swasta untuk menyukseskan turnamen yang akan berlangsung pada 19 hingga 23 Desember 2026. “Hari ini kita berbicara tentang bintang-bintang yang ada di Piala Super Arab Saudi, dan mereka adalah bintang dunia. Ini tentu saja merupakan tantangan besar bagi kami, tantangan bagi kapasitas kami dan bagi kemitraan antara sektor pemerintah dan swasta,” ujar Al-Jalahma.

Kesimpulannya, para menteri di berbagai sektor terus bekerja keras mewujudkan program prioritas pemerintah. Mulai dari pengunduran diri stafsus, finalisasi pendidikan gratis, dorongan pemilahan sampah, hingga tantangan penyelenggaraan event olahraga internasional. Semua langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat kerja sama di tingkat global.

Exit mobile version