FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Pemadaman listrik hari ini di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, Kepulauan Riau, kembali menjadi momok bagi masyarakat. Berdasarkan pengumuman resmi PLN melalui akun Instagram @plnup3tanjungpinang, pemadaman listrik hari ini dijadwalkan bergilir dalam dua kelompok dengan rentang waktu yang ketat. Kelompok pertama mengalami pemadaman pada pukul 03.00-09.00 WIB dan 15.00-21.00 WIB, sementara kelompok kedua pada pukul 09.00-15.00 WIB dan 21.00-03.00 WIB. Jadwal ini berlaku untuk wilayah kerja PLN ULP Tanjungpinang Kota dan PLN ULP Bintan Center.
Warga Tanjungpinang, Jasman, mengungkapkan keluhannya saat dihubungi pada Rabu (14/10/2026). Menurutnya, pemadaman listrik hari ini sudah berlangsung sejak Senin (12/10/2026) dan hingga kini masih terasa. “Digilir, belasan jam matinya. Hidupnya cuma lima jam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ini cukup parah karena masyarakat harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan jadwal pemadaman yang bergantian. “Mau ngapa-ngapain susah gegara listrik ini,” keluhnya. Jasman menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman bergilir terjadi karena sistem kelistrikan interkoneksi Batam-Bintan belum pulih sepenuhnya. Akibatnya, pasokan daya listrik dari Batam ke Pulau Bintan belum dapat disalurkan secara normal. Untuk sementara, kebutuhan listrik di Pulau Bintan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki kapasitas terbatas. “Informasinya, sistem listrik interkoneksi Babin belum pulih, sehingga pasokan daya dari Batam ke Bintan belum sampai. Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Bintan pakai PLTD yang terbatas dayanya,” ujarnya.
Dampak pemadaman listrik hari ini tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga oleh pekerja sektor informal. Di Batam, pemadaman massal yang terjadi turut mengganggu aktivitas kurir paket dan pengemudi ojek online (ojol). Aryanda (40), seorang kurir paket di Batam, mengaku kesulitan mengantarkan barang akibat gangguan jaringan komunikasi selama pemadaman. Ia kesulitan menghubungi penerima maupun pemilik paket untuk memastikan lokasi pengantaran. Akibatnya, jumlah paket yang berhasil diantarkan menurun drastis. “Biasanya bisa sampai 150 paket, namun karena jaringan bermasalah, menghubungi penerima paket menjadi sulit. Akibatnya, pengantaran menjadi lebih lambat,” ujarnya. Hal serupa juga dirasakan Suganda (50), pengemudi ojol, yang mengaku kesulitan mengantarkan penumpang ke beberapa lokasi karena sinyal internet menghilang, terutama di sekitar Balank Sport.
Pelaku UMKM juga ikut merasakan dampaknya. Pemadaman listrik hari ini membuat transaksi digital dan peralatan operasional tidak dapat digunakan secara normal, sehingga pekerjaan menjadi lebih lama selesai. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan menurunnya pendapatan para pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut angkat bicara. CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai rencana cadangan (backup plan) PLN dalam menghadapi pemadaman listrik perlu disempurnakan. “Ya mungkin pasti sudah ada, tapi ya itu perlu disempurnakanlah,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (14/10/2026). Ia menegaskan bahwa evaluasi harus terus dilakukan agar PLN selalu siap menghadapi segala kondisi. “Kita harus selalu siap dalam segala kondisi, kita harus punya selalu backup plan yang mungkin selama ini yang harus ditebalkan juga di PLN apabila ada kejadian, tuh backup plan-nya itu seperti apa,” tegasnya. Rosan juga mengaku akan mengevaluasi model bisnis PLN agar penyediaan listrik dapat dilakukan lebih efisien.
PLN sendiri mengingatkan bahwa jadwal pemadaman listrik hari ini dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan. Di wilayah kerja PLN ULP Tanjungpinang Kota, sejumlah lokasi yang terdampak antara lain Jalan Delima, Jalan Timbul Jaya, Jalan Rambutan, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Beringin, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pantai Impian, Jalan Pantai Indah, Jalan Nangka, Jalan Ketapang, Jalan Merdeka, Jalan Kota Piring, Jalan Kijang Lama, Jalan Gatot Subroto, Jalan Ir Juanda, Jalan Rimba Jaya, Jalan MT Haryono, Jalan Ir Sutami, Jalan Raja Ali Haji, Jalan Engku Putri, dan Komplek Bintan Plaza. Sementara itu, di wilayah PLN ULP Bintan Center, lokasi terdampak meliputi Jalan WR Supratman, Jalan Olahraga, sebagian Komplek Bintan Center, Jalan Uban Lama, Jalan Ganet, Jalan Bandara, Jalan Dirgantara, Jalan Raya Uban KM 13-15, Jalan Trikarya, Jalan Bambu Kuning, Jalan Lintas Barat, Jalan Bukit Asri, Jalan Cinta Damai, Jalan Indah Lestari, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kuantan, Jalan RH Fisabilillah, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Bunguran.
Pemadaman listrik hari ini menjadi pengingat betapa rentannya sistem kelistrikan di Kepulauan Riau, terutama saat interkoneksi antar-pulau terganggu. Masyarakat berharap agar pasokan listrik segera pulih dan rencana cadangan yang lebih matang dapat segera diimplementasikan, sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu oleh pemadaman berkepanjangan.











