Berita  

Banjir Bandang Padang: Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai dan Bangun Sabo Dam

Banjir Bandang Padang: Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai dan Bangun Sabo Dam
Banjir Bandang Padang: Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai dan Bangun Sabo Dam

FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Bencana banjir bandang padang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan melumpuhkan aktivitas warga. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terulang kembali.

Banjir bandang padang dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak siang hari, menyebabkan meluapnya sungai-sungai utama seperti Batang Kuranji dan Batang Air Dingin. Akibatnya, akses jalan di beberapa titik, termasuk di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, terputus total. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa laporan pertama diterima dari warga sekitar pukul 14.30 WIB, dan petugas langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 8,6 kilometer dari kantor SAR.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan banjir bandang padang tidak boleh dilakukan secara parsial. “Saya minta penanganan banjir bandang di Kota Padang tidak dilakukan sepotong-sepotong. Kami segera normalisasi muara dan alur sungainya, selesaikan peninggian tanggulnya, serta siapkan pekerjaan sabo dam di hulu Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).

Sebagai bagian dari respons cepat, Kementerian PU telah memasang Early Warning System (EWS) di tiga titik rawan di Sungai Batang Baliang, Kabupaten Solok, yang berhulu di kawasan tersebut. Selain itu, dua unit sabo dam direncanakan dibangun di hulu sungai untuk menahan material kayu, lumpur, dan sedimen agar tidak terbawa arus menuju permukiman warga di hilir. Metode konstruksi precast akan digunakan untuk memudahkan pengangkutan dan pemasangan di medan yang sulit.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang bersama Kementerian PU juga telah merampungkan pembangunan tanggul darurat sepanjang 200 meter untuk melindungi pemukiman dari luapan sungai. Pembersihan material lumpur dan sampah di permukiman terus dilakukan oleh personel kepolisian dan relawan. Sekitar 120 rumah dilaporkan tergenang, dan dua bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mengalami kerusakan, menyebabkan pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer terputus. Lima unit mobil tangki air dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Langkah pemulihan jangka panjang juga mencakup normalisasi alur sungai dan peninggian tanggul di sepanjang Batang Air Dingin dan Batang Kuranji. Pemerintah menargetkan agar seluruh pekerjaan infrastruktur pengendali banjir dapat selesai sebelum musim hujan berikutnya tiba. Dengan demikian, risiko terjadinya banjir bandang padang kembali dapat diminimalkan secara signifikan.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya investasi dalam sistem peringatan dini dan infrastruktur mitigasi bencana di daerah rawan. Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi dan memulihkan dampak dari bencana alam seperti banjir bandang padang. Semoga dengan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan, Kota Padang dapat pulih lebih cepat dan lebih siap menghadapi ancaman serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *