FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Jakarta – Gelombang mutasi Polri kembali bergulir di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dalam waktu kurang dari dua pekan sejak dilantik, tiga surat telegram mutasi telah diterbitkan, menandai perombakan besar-besaran di tubuh institusi kepolisian. Salah satu peristiwa yang mencuri perhatian adalah mutasi kilat Kombes Pol. Nanang Haryono yang baru sehari menjabat sebagai Kapolresta Sleman langsung digantikan oleh AKBP Dhimas Prasetyo.
Mutasi Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026 itu menunjukkan dinamika organisasi yang sangat cepat. Kombes Nanang Haryono yang sebelumnya ditunjuk menggantikan Kombes Pol Adhitya Panji Anom justru mendapat penugasan baru sebagai Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dir Polairud) Polda Jambi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, membenarkan pergeseran ini tanpa memberikan alasan spesifik di balik rotasi yang terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam tersebut.
“Kebijakan rotasi dan mutasi ini merupakan kewenangan mutlak Mabes Polri berdasarkan kebutuhan dan penyegaran organisasi,” ujar Ihsan saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026). Pengganti Nanang, AKBP Dhimas Prasetyo, sebelumnya menjabat sebagai Kabagbekum Rolog Polda Metro Jaya. Tak hanya posisi Kapolresta Sleman, sejumlah jabatan lain di wilayah Polda DIY juga ikut bergeser, termasuk AKBP Ridho Hidayat yang diangkat menjadi Wakapolresta Sleman dan AKBP Agus Prihadinika yang kini menjabat Kapolres Kulon Progo.
Gelombang mutasi Polri tidak hanya terjadi di DIY. Di Polda NTB, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta dimutasi ke Polda Jambi. Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid membenarkan mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026. “Iya, betul. Selain pejabat Kapolres Lombok Utara, ada juga Dirpamobvit Polda NTB,” katanya, Selasa (13/10/2026).
Mutasi Polri juga menyentuh jajaran strategis di Bareskrim Polri. Dalam Surat Telegram Nomor ST/2262/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Suhasto yang sebelumnya menjabat Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. “Mutasi ini mencakup sejumlah jabatan di lingkungan Divhubinter Polri, Bareskrim Polri, Korps Brimob Polri, Lemdiklat Polri, serta kepolisian kewilayahan,” kata Johnny, Selasa (13/10/2026). Selain itu, Kombes Pol Muharman Arta yang sebelumnya menjabat Kapolresta Pekanbaru kini menjadi Kapolresta Banyuwangi, sementara Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang mengisi posisi Kapolresta Pekanbaru.
Dalam kurun waktu 13 hari menjabat, Kapolri Suyudi Ario Seto telah menerbitkan tiga surat telegram mutasi. Telegram pertama pada 2 Oktober 2026, kedua pada 10 Oktober 2026, dan ketiga pada 12 Oktober 2026. Dari dua telegram pertama saja, sebanyak 287 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) mengalami pergeseran jabatan. Mutasi Polri ini menunjukkan keseriusan Kapolri dalam merombak dan menyegarkan organisasi di berbagai lini, mulai dari kepolisian daerah hingga pusat.
Kesimpulannya, mutasi Polri yang dilakukan secara massif dan cepat di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto menjadi sinyal kuat akan adanya perubahan strategi dan penyegaran di tubuh Polri. Mulai dari mutasi kilat di Sleman hingga pergeseran pejabat di Bareskrim, semua dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi dan meningkatkan kinerja institusi.
